Djoni Nur Ashari (IST)
Djoni Nur Ashari (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 48 ton beras yang rencananya akan dikirimkan ke Kalimantan Timur, namun digagalkan oleh Tim Satgas Pangan Polrestabes Semarang bersama Sat Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Semarang, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (11/1) lalu, dipastikan milik mitra Bulog atau swasta. Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Kadivre) Jateng Djoni Nur Ashari menegaskan beras tersebut bukan milik Bulog. Pihaknya menyayangkan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tegaskan bahwa beras itu bukan milik Bulog, sudah dibeli oleh mitra. Tetapi beras itu adalah beras operasi pasar yang wilayah jualnya Semarang, Demak dan Pati. Tidak boleh di luar wilayah lain, apalagi di luar Jawa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (18/1) kemarin.

Djoni mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dan berharap beras tersebut bisa dikembalikan ke mitra atau Bulog, agar dapat didistribusikan kembali untuk kegiatan Operasi Pasar (OP) di Semarang, Demak dan Pati.

Setelah dikembalikan, lanjut Djoni, pihaknya akan mengawasi pada saat OP dilakukan. Pada prinsipnya, Mitra Bulog diperbolehkan menjual beras tersebut pada pihak penyalur.

“OP itu salah satu penyalurannya memang melalui mitra. Namun, mitra ini berkewajiban menjual kepada penyalurnya atau langsung ke masyarakat. Prinsipnya, maksimum tidak boleh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET),” terangnya.

Ditanya terkait soal pemberian sanksi, pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi dan mengecek track record mitra tersebut. Hasil penyelidikan kepolisian nanti, menjadi acuannya untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada yang bersangkutan. “Kalau memang selama ini baik, tapi ada kejadian ini, ya tetap kami berikan sanksi. Sanksinya berupa teguran sampai pencoretan sebagai mitra,” jelasnya.

Djoni mengapresiasi kepada tim Satgas Pangan Polrestabes Semarang yang secara preventif melakukan tindakan pencegahan sehingga beras tersebut tidak sempat diselewengkan. Hal ini, lebih memudahkan pihaknya untuk melakukan pengawasan. Terakhir, Djoni mengimbau kepada seluruh mitra Bulog untuk bersama-sama menjaga kepercayaan dan tanggung jawab dalam kegiatan OP.

“Beras ini, tujuannya untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” tandasnya. (tsa)