Jengkel Dihentikan, Lempar Helm ke Polisi

493
GELAR PERKARA : Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto menunjukan barang bukti serta pelaku dan korban dalam gelar kasus dugaan melawan petugas, Kamis (18/1). (IST)
GELAR PERKARA : Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto menunjukan barang bukti serta pelaku dan korban dalam gelar kasus dugaan melawan petugas, Kamis (18/1). (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Petrus Sanga Lewar, 55, Perum Asli Permai Blok E, Kelurahan Kramatan Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Wonosobo. Pemicunya, ia melempar helm hingga mengenai anggota polisi Hendrix Dwihandaru, 24, yang sedang bertugas.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto menjelaskan, kasus ini terjadi pada saat korban melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, di Simpang Empat Muntang. Saat itu ia menghentikan Petrus yang melaju dari Jalan S Parman dengan sepeda motor. Sebab saat itu dilakukan sistem buka tutup arus karena ada kecelakaan di depan bengkel Kompo Motor. “Pada saat dihentikan, pelaku tidak terima dan mengeluarkan ungkapan kekecewaan,” jelas Edy, Kamis (18/1).

Dengan pernyataan pelaku, Hendryx kemudian balik kanan dan menjawab ungkapan tersebut. Namun pelaku masih terus memaksa melaju hingga korban mematikan paksa kendaraan pelaku dan kemudian menanyakan kelengkapan surat kendaraannya. “Pelaku masih tidak terima dan berusaha merebut kunci yang ada di tangan korban,” katanya.

Pelaku yang kemudian melepas helm dan melemparnya, sambil melontarkan beberpa ungkapan kasar. Ia kemudian dibawa petugas ke Mapolres Wonosobo.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia tidak bermaksud memukul korban namun hanya ingin merebut kunci yang dibawanya. Namun menurut keterangan para saksi, pelaku terlihat sengaja memukul korban pada bagian kepala. Bahkan salah seorang saksi mengungkapkan, pelaku melempar helmnya ke arah punggung korban.

Ditambahkan Edy, pelaku bakal dijerat dengan pasal melawan pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, sebagaimana dimaksud dalam pasal 212 KUHP. Ancaman hukuman dalam pasal ini maksimal 1 tahun 4 bulan penjara. (ali/ton)