Dampak Pilkada Tak Signifikan

559

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemilihan kepala daerah (pilkada) yang bertepatan dengan bulan perayaan keagamaan diperkirakan akan meningkatkan peredaran uang antara 8 – 10 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, pilkada yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang secara umum tidak begitu berpengaruh pada kenaikan uang beredar. “Secara umum tidak terlalu berpengaruh, kalau pun ada diperkirakan tidak terlalu signifikan,” ujarnya, kemarin.

Namun demikian, pilkada ini bertepatan dengan bulan perayaan keagamaan. Hal tersebut yang diperkirakan akan mendorong peningkatan jumlah uang yang didistribusikan oleh Bank Indonesia ke masyarakat.

“Lebaran tahun lalu dalam sebulan kami proyeksikan naik sekitar 8 – 10 persen atau Rp 10 – 12 triliun. Tahun ini pun, di bulan perayaan keagamaan yang bertepatan dengan Pilkada tersebut, kami perkirakan peningkatan tidak jauh beda,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu pengusaha jasa pengiriman, Tony Winarno. Menurutnya, hingar bingar Pilkada kini cenderung lebih terasa di sosial media. Sehingga untuk sejumlah usaha juga tidak terlalu terkena dampak yang signifikan.

“Ya ada ‘perang’ (antar masing-masing pendukung), tapi kini kecenderungannya lebih banyak di dunia maya. Sedangkan di dunia nyata sendiri, kondisi di masyarakat lebih kondusif. Sehingga meskipun ada pengaruh, tapi tidak begitu signifikan,” ujarnya. (dna/ric)