33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Antar Pelanggan Gojek, Sepanjang Jalan Hafalkan Alquran

Auliya Hijri Al-Faqih, Driver Gojek, Aktif Berorganisasi dan Hafal Alquran

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Tak ingin merepotkan orang tua dan keluarga, Auliya Hijri Al-Faqih, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, senantiasa bekerja keras. Ia pun rela menjadi driver Gojek, meski tetap aktif di organisasi dan menjaga hafalan Alquran. Seperti apa kesibukannya?

MUHAMMAD ISMAIL LUTFI

FAQIH, merupakan salah satu mahasiswa yang menjadi driver Gojek Semarang. Kesehariannya, ia pulang pergi kuliah sambil mencari pelanggan Gojek yang siap di antarnya kemana saja. “Sebagai driver Gojek, saya mendapatkan banyak pelajaran sosial di jalanan. Karena harus berhadapan dengan banyak orang yang menjadi pelanggan saya setiap hari,” kata mahasiswa semester enam FSH UIN Walisongo Semarang ini.

Faqih mengaku mulai bergabung dengan Gojek sejak libur semester empat setahun yang lalu. Kali pertama menjai driver Gojek, ada pengalaman yang tak terlupakan. “Saya pernah mendapatkan order Go Food, tapi harus dikirim sampai Kendal pada malam hari. Itu pengalaman pertama saya, ada ras was-was dan agak bagaimana. Tapi karena ini pekerjaan pertama saya, tetap saya jalani sesuai orderan,” jelasnya.

Setelah itu, Faqih tak kapok, justru merasa tertantang. Menurutnya, menjadi driver Gojek, kerjanya jauh lebih fleksibel dan bisa menyesuaikan waktunya dengan aktivitas yang padat.

Ternyata, pemuda asli Semarang kelahiran 1994 ini, tergolong seorang aktifis. Selain harus harus kuliah dan bekerja sebagai driver Gojek, ia juga aktif di berbagai organisasi mahasiswa. Dia menjadi Ketua Bidang (Kabid) Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) pada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tak hanya itu, dia juga menjadi ketua cabang Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Semarang. “Selain aktivitas saya sebagai driver Gojek, saya juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan tingkat nasional,” ujarnya.

Faqih terbilang piawai membagi waktu. Meski bekerja, namun kuliah bisa berjalan lancar dan organisasi tidak terbengkalai. “Alhamdulillah, sampai saat ini masih aman-aman saja. Tidak ada aktivitas yang terbengkalai atau bahkan kalah dengan aktivitas lainnya. Prinsipnya, saya menjadikan semua aktivitas saya, sesuatu yang mudah,” tuturnya.

Hal itu dibuktikan dengan nilai indeks prestasi komulatif (IPK) tiap semesternya, rata-rata di atas 3,5. Selain itu, selalu mendapatkan beban mata kuliah maksimal yaitu 24 SKS (Sistem Kredit Semester). Bahkan, ia bertekad ingin menjadi lulusan tercepat agar bisa segera melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia (UI).

Karena itulah, meski tempat tinggal orangtuanya di sekitar Jalan Pemuda Kota Semarang, Faqih lebih memilih tinggal di asrama mahasiswa Monash Institute di Ngaliyan Kota Semarang. “Kalau saya pribadi lebih senang hidup di asrama dengan teman-teman sebaya saya. Di asrama, saya bisa belajar ilmu agama lebih dalam,” tutur anak pasangan Sri Mulyatun dan Usman Subagyo ini.

Padahal Faqih merupakan salah satu mahasiswa yang telah menghafalkan Alquran dan sudah mendapatkan gelar Al-Hafidz. Makanya, untuk menjaga hafalan Alquran-nya agar tak terlupakan oleh kesibukan kerja dan belajar, saat menjadi driver Gojek tetap melantunkan ayat-ayat Alquran saat memboncengkan pelanggannya. “Meski bekerja, saya tetap berusaha menjaga hafalan saya dimanapun berada. Termasuk saat mengantar pelanggan, sepanjang jalan bisa tetap menghafal Alquran,” jelasnya.

Lantas bagaimana mengatasi padatnya aktivitas dan kelelahan ? Jawabannya sederhana, cukup dengan tidur. “Dibilang capek atau tidak, ya pastinya ada capeknya. Biasanya kalau capek, saya buat tidur, begitu bangun, alhamdulilah langsung hilang,” pungkasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ormas Islam akan Ikut Jaga Gereja

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pemkot Salatiga dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Salatiga menjamin puncak perayaan Natal dan tahun baru akan berjalan aman....

Padi Menangi Pilbup

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Magelang nomor urut 1, Zaenal Arifin-Edi Cahyana (Padi) berhasil unggul dalam rekapitulasi penghitungan suara di...

Penyusunan DED Harus Libatkan Pedagang

MIJEN – Satu per satu, revitalisasi pasar tradisional dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Selain pembenahan manajemen pasar, pembangunan infrastruktur digalakkan agar pasar yang...

Tambang Batu Longsor, Seorang Pekerja Tewas

KEBUMEN—Musibah longsor yang menelan korban jiwa di lokasi penambangan kembali terjadi. Ahmad Fauzan, 35, warga Dukuh Sumberan RT 05 RW 02 Desa Karang Kembang...

Ajak Mahasiswa Jadi Agen Tertib Lalu Lintas

SEMARANG – Tertib lalu lintas menjadi dasar keselamatan bagi para pengendara. Namun, tertib menjadi barang yang sulit untuk dilakukan oleh setiap manusia. Terbukti dengan...

Capek Mudik, Bisa Mampir di Koramil

WONOSOBO - Menjelang Lebaran, Muspika Kecamatan Kejajar dan Koramil 05/Kejajar meninjau lokasi wisata Dieng. Hal ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi yang...