33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Sutarman Sebut Taufan Tawarkan Cek

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berkas perkara dugaan penggelapan dan penipuan, yang dilakukan Kasi Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang Taufan Yuristian Dalimarta (TYD) dinyatakan lengkap alias P21. Dengan demikian dalam waktu dekat akan dilakukan tahap II yakni penyerahan barang bukti dan tersangka dari penyidik Polrestabes Semarang.

“Sudah P21. Tersangka (TYD) masih ditahan di Polrestabes Semarang belum tahap II,” kata Kasi Tipidum Kejari Kota Semarang, Bambang Rudi Hartoko, Rabu (17/1).

Dalam kasus itu pelapor, Sutarman menyangkal semua tudingan yang disampaikan istri TYD, Kurnia Tri Handayani dalam pemberitaan sebelumnya. Menurutnya kasus tersebut berawal atas tawaran dari TYD yang mengatakan akan ada event pekerjaan Semarang Night Carnival (SNC), Semarang Sound Festival dan Gebyar Seni Nusantara tahun 2017, atas semua event itu TYD membutuhkan pinjaman modal Rp 318 juta, kemudian dirinya kalau bersedia menjadi pemodal diiming-imingi penjamin berupa cek senilai Rp 1, 2 miliar oleh TYD.

Atas peminjaman itu, ia kemudian membawa SPK (surat perjanjian kerja) karena TYD beralasan pemilik cek dari CV Sarijaya sedang keluar kota. Setelah pinjaman diberikan dan perjanjian dibuat ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak ada. Akhirnya ia mencoba meminta kembali uang yang dipinjamkan ke TYD. Namun TYD tak kunjung memberikan, padahal didalam surat perjanjian yang dibuat TYD maupun dirinya jelas disebutkan akan mengembalikan Rp 254 juta sebagai keuntungan, diluar pinjaman Rp 318 juta.

Beberpa waktu kemudian TYD mengembalikan uang Rp 100 juta, karena pengembalian belum utuh, ia tidak berani mengotak atik maupun menghitung uang tersebut, apalagi TYD saat itu juga berjanji 1-2 hari akan melunasinya. Usai tak ada kejelasan melunasi, Sutarman mencoba mencairkan cek yang dijaminkan sesuai isi perjanjian, tapi ternyata semua hanya janji-janji, hingga akhirnya TYD dilaporkan polisi, uang Rp 100 juta disita penyidik untuk jadi barang bukti, dan TYD ditahan.

“Saya tidak melihat itikad baik penyelesaiannya yang dilakukan Taufan, makanya saya laporkan saja,” kata Sutarman kepada Jawa Pos Radar Semarang menyikapi kasus itu, Rabu (17/1).

Sedangkan, Komisaris CV Sarijaya, Sumadiono mengaku sebelumnya TYD meminjam cek milik perusahaanya, dengan alasan akan ada pekerjaan. “Cek perusahaan kami disalahgunakan. Tapi mengenai nominal saya tahu, namun masalah huruf dia (Taufan,red) sendiri yang nulis. Awalnya cek kosong, jadi pinjamnya memang pribadi bukan atas nama dinas,” sebutnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Komisi D DPRD Kota Kunjungi Panti Asuhan

SEMARANG - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali mengadakan kunjungan lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini...

Ajak Investasi dengan Pawai

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pameran potensi daerah yang disuguhkan lewat pawai mobil hias berlangsung unik dan meriah, Minggu (19/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari...

Promosikan Batik, Istri Bupati Bermain Teater

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Untuk mempromosikan batik Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Batik, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Hj Munafah Asip Kholbihi,...

Rp 200 Juta Untuk Pelebaran Jalur Darupono

KENDAL-Pemkab Kendal akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk penanganan sementara atas insiden ambrolnya Jalan Raya Kaliwung-Boja di ruas Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu...

KBM Dukung Ganjar-Yasin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Bidang Kader Eros Djarot mengajak anggotanya untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin...

 Rekatkan Cinta dengan Gernas Baku

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Keakraban antara anak dan orang tua terlihat dalam sosialisasi gerakan membaca nasional orang tua membacakan buku (Gernas Baku) yang dilakukan TK Universal Ananda....