RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berkas perkara dugaan penggelapan dan penipuan, yang dilakukan Kasi Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang Taufan Yuristian Dalimarta (TYD) dinyatakan lengkap alias P21. Dengan demikian dalam waktu dekat akan dilakukan tahap II yakni penyerahan barang bukti dan tersangka dari penyidik Polrestabes Semarang.

“Sudah P21. Tersangka (TYD) masih ditahan di Polrestabes Semarang belum tahap II,” kata Kasi Tipidum Kejari Kota Semarang,┬áBambang Rudi Hartoko, Rabu (17/1).

Dalam kasus itu pelapor, Sutarman menyangkal semua tudingan yang disampaikan istri TYD, Kurnia Tri Handayani dalam pemberitaan sebelumnya. Menurutnya kasus tersebut berawal atas tawaran dari TYD yang mengatakan akan ada event pekerjaan Semarang Night Carnival (SNC), Semarang Sound Festival dan Gebyar Seni Nusantara tahun 2017, atas semua event itu TYD membutuhkan pinjaman modal Rp 318 juta, kemudian dirinya kalau bersedia menjadi pemodal diiming-imingi penjamin berupa cek senilai Rp 1, 2 miliar oleh TYD.

Atas peminjaman itu, ia kemudian membawa SPK (surat perjanjian kerja) karena TYD beralasan pemilik cek dari CV Sarijaya sedang keluar kota. Setelah pinjaman diberikan dan perjanjian dibuat ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak ada. Akhirnya ia mencoba meminta kembali uang yang dipinjamkan ke TYD. Namun TYD tak kunjung memberikan, padahal didalam surat perjanjian yang dibuat TYD maupun dirinya jelas disebutkan akan mengembalikan Rp 254 juta sebagai keuntungan, diluar pinjaman Rp 318 juta.

Beberpa waktu kemudian TYD mengembalikan uang Rp 100 juta, karena pengembalian belum utuh, ia tidak berani mengotak atik maupun menghitung uang tersebut, apalagi TYD saat itu juga berjanji 1-2 hari akan melunasinya. Usai tak ada kejelasan melunasi, Sutarman mencoba mencairkan cek yang dijaminkan sesuai isi perjanjian, tapi ternyata semua hanya janji-janji, hingga akhirnya TYD dilaporkan polisi, uang Rp 100 juta disita penyidik untuk jadi barang bukti, dan TYD ditahan.

“Saya tidak melihat itikad baik penyelesaiannya yang dilakukan Taufan, makanya saya laporkan saja,” kata Sutarman kepada Jawa Pos Radar Semarang menyikapi kasus itu, Rabu (17/1).

Sedangkan, Komisaris CV Sarijaya, Sumadiono mengaku sebelumnya TYD meminjam cek milik perusahaanya, dengan alasan akan ada pekerjaan. “Cek perusahaan kami disalahgunakan. Tapi mengenai nominal saya tahu, namun masalah huruf dia (Taufan,red) sendiri yang nulis. Awalnya cek kosong, jadi pinjamnya memang pribadi bukan atas nama dinas,” sebutnya. (jks/zal)