Sistem Sireng Untungkan Konsumen

444
TRANSAKSI: Permintaan rumah awal tahun 2018 mulai menggeliat. (ISTIMEWA)
TRANSAKSI: Permintaan rumah awal tahun 2018 mulai menggeliat. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan kebijakan baru  bagi  developer yang ingin mengerjakan rumah subsidi dari pemerintah harus terdaftar dalam Sistem Registrasi Online Pengembang (Sireng). Sistim ini sudah mulai diberlakukan Januari 2018, dan yang tidak melakukan Sireng, developer tidak bisa melakukan akad kredit untuk calon pembeli rumah.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Sarana dan Prasarana Andi Kurniawan, membernarkan aturan baru dari Menteri PUPR. Menurutnya aturan ini akan sangat menguntungkan konsumen, dan DPD REI mengaku berterima kasih dengan aturan tersebut dan mengapreasiasi sosialisasi yang dilakukan Bank BTN.

“Penerapan sistim Sireng yang dilakukan perbankan dalam, otomatis akan membuat konsumen terlindungi dari pengembang nakal. Pasalnya jika pengembang tidak melakukan registrasi, otomnatis nasabah perumahan bersubsidi tidak bisa melakukan akad kredit,” jelasnya.

Para pengembang atau developer, harus masuk dalam asosiasi seperti REI dan beberapa asosiasi lainnya. Selain itu developer juga harus sudah tersertifikasi dan berbadan hukum. Menurut Andi sistim baru yang diberlakukan oleh Menteri PUPR ini tidak akan menyulitkan developer maupun konsumen. Justru dengan sistim diharapkan pengembang liar dapat berkurang.

Adanya ketentuan tersebut jumlah anggota REI yang semua 200, kini bertambah menjadi 208. Beberapa Developer yang sebelumnya tidfsak tergabung dalam, kini bergabung dengan REI, sebagai salah satu wadah asosiasi perumahan. “Setiap proyek perumahan bersubsidi kini harus teregistrqasi dan dilaporkan setiap tahun,” tambahnya.

Soal ketentuan mengenai kredit pemilikan rumah sebelumnya beredar, tahun 2018 ada 4 tahun, 6 tahun dan 10 tahun kini sudah tidak ada lagi. “Hanya persyaratannya, pengembang harus terdaftar di Kementerian Menteri PUPR,” katanya.

Selain itu, debitur harus memiliki KTP elektronik, pengembang juga harus mengantongi sertifikat layak fungsi. “Sekarang tidak perlu hanya pernyataan teknis tapi harus standar dan punya ventilasi, pencahayaan 10 persen dari bidang ruang, ventilasi atau lubang angin harus ada 5 persen dari luas lantai rumah,” katanya.

Hal Senada juga dikemukakan oleh Wibowo Tedjo Sukmono, Marketing Manager Graha Candi Golf Semarang. Aturan baru ini akan sangat menguntungkan konsumen.”Karena dengan teregistrasinya developer, diharapkan tidak ada developer nakal lagi,” ungkapnya. (tya/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here