GABAH MELIMPAH: Aktivitas penggilingan gabah di Kendal. Memasuki masa panen raya, stok gabah dari diperkirakan akan melimpah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GABAH MELIMPAH: Aktivitas penggilingan gabah di Kendal. Memasuki masa panen raya, stok gabah dari diperkirakan akan melimpah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Rencana pemerintah pusat yang akan melakukan impor beras mendapatkan penolakan dari petani dan pengusaha penggilingan padi Kendal. Pasalnya, jika beras melimpah maka harga gabah di tingkat petani akan turun.

“Harga gabah basah bertahan Rp 6.000 per kilogram, hari ini  harga  gabah basah mulai turun  menjadi  Rp 5.200 per kilogram. Tidak menutup kemungkinan jika  sudah panen raya harga gabah basah bisa terpuruk,” kata Ketua  Gabungan  Kelompok Tani (Gapoktan) Rahayu, Sutardi, Rabu (17/1).

Ia meminta agar pemerintah membatalkan kebijakan mengimpor beras. Sebab sebentar lagi petani akan melakukan panen raya padi. Bahkan panen raya ini tak hanya di Kendal, tapi se-Indonesia. “Jangan sampai tujuan rencana impor beras ini untuk mencukupi ketersediaan beras, tapi justru merugikan petani. Akibat banyaknya beras impor, harga gabah lokal justru jadi jeblok,” tegasnya.

Pengusaha penggilingan padi di Desa Jambearum, Kecamatan Patebon, Syamsudin, mengatakan, saat ini stok gabah kondisinya menipis. Tapi tidak sampai kekurangan. “Memang stok gabah sedikit, tapi hingga kini tetap ada dan tidak kekurangan. Perusahaan gabah ini tetap beroperasi melakukan penggilingan padi,” kata Syamsudin.

Penolakan terhadap rencana impor beras juga disuarakan Pemkab Demak. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Wibowo menegaskan, saat ini di beberapa wilayah Demak sudah mulai panen raya dan puncaknya pada Februari mendatang. Tercatat, ada sekitar 38.010 hektare sawah yang akan dipanen. Dari jumlah itu, yang sudah mengawali panen ada seluas 1.739 hektare, utamanya di areal pertanian yang dialiri Waduk Kedungombo. “Untuk Demak surplus terus. Kita hanya butuh 200 ribu ton beras setahun,” katanya.

Kepala Gudang Bulog Demak Sartono mengatakan, untuk menstabilkan harga beras di pasaran, pihaknya telah melakukan operasi pasar (OP) dengan mengeluarkan 3 ribu ton beras. Beras itu dikirim ke Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Jepara, Kudus, Pati dan lainnya. OP ini untuk meredam harga beras supaya stabil. Saat ini digudang bulog Demak terdapat 4.800 ton. Jika tidak ada perubahan, jumlah itu bisa mencukupi kebutuhan untuk 6 bulan mendatang.  (bud/hib/ton)