Peradi Semarang Belum Dukung Fredrich

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan tak mengakui turut serta memberikan dukungan atas klaim yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Penasihat DPN Peradi, Dr Fredrich Yunadi yang sedang didudukan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan perkara menghalangi dan merintangi penyidikan kasus korupsi KTP Elektronik atas terdakwa Setya Novanto.

Dalam berbagai pemberitaan Fredrich mengklaim dirinya didukung oleh 90 ribu advokat seluruh Indonesia. Dari 90 ribu advokat ini, 50 ribu diantaranya diklaim berasal dari Peradi. Bahkan Frendrich juga mengklaim puluhan ribu advokat tersebut telah memberikan petisi untuk mendukung dirinya dalam kasus yang menjeratnya.

Ketua Peradi Semarang versi Fauzi Hasibuan, Reza Kurniawan, mengaku belum memikirkan dukungan Fredrich tersebut. Bahkan secara tegas ia menyatakan, belum pernah membahas terkait dukungan yang diklaim oleh Fredrich. Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi juga belum memberikan instruksi apapun terkait pemberian dukungan seperti yang diklaim oleh Fredrich.

“Kami belum sampai ke sana (dukungan,red). DPN juga belum ada perintah sama sekali,” kata Reza Kurniawan saat diminta menanggapi kasus itu, Rabu (17/1).

Terkait penetapan Fredrich sebagai tersangka, Reza mengatakan, secara pribadi tidak mengetahui persis perkara apa yang menjerat pengacara yang terkenal setelah menangani Setya Novanto itu. Ia mengaku, baru mengetahui informasi justru dari pemberitaan media.

“Saya cuma baca berita, jadi belum bisa memastikan apakah yang dilakukan itu melanggar kode etik atau tidak,” ujarnya. Meski begitu, Reza menyebut advokat yang bekerja tidak sesuai dengan pedoman dan sumpah advokat, maka akan mendapat sanksi ataupun sidang kode etik. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -