Harus Dikebut, Tak Bangun Jalur Fungsional

316

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng mendesak pemerintah untuk serius menyelesaikan pengerjaan tol Semarang – Solo ruas Salatiga – Kartasura. Agar tol Semarang – Solo sepanjang 72,64 km bisa dioperasikan secara resmi sebelum mudik. Sehingga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan utama saat Lebaran.

“Jadi tidak seperti tol Brebes – Batang tahun 2017 lalu yang hanya dipakai sementara, fungsional,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso.

Alokasi anggaran untuk ruas Salatiga – Karanganyar menelan biaya hingga Rp 3 triliun rupiah lebih. Oleh karena itu diharapkan tidak ada pengeluaran yang tidak perlu untuk pembuatan jalur fungsional seperti tahun 2017 lalu. Untuk apa keluar anggaran besar lagi untuk jalan yang akan di bongkar (jalur fungsional) lagi. “Kalau mulai dari sekarang pengerjaan dimaksimalkan. Kan ini sudah 50 persen,” ujarnya.

Politisi PKS ini menjelaskan bahwa pembebasan lahan sepanjang 32 km telah dilakukan 100 persen. Serta 12 jembatan telah disediakan dan seluruh fondasi sudah selesai. Kini pengerjaan tengah fokus terhadap pengolahan tanah dan infrastrukturnya seperti drainase, irigasi, struktur beton, juga underpass.

“Di ruas Salatiga – Kartasura ini sudah terbangun empat rest area Salatiga-Kartasura. Jadi kalau nanti sudah beroperasi bisa digunakan,” tambahnya.

Sebagai informasi, tol ruas Salatiga – Kartasura mulai dikerjakan pada tanggal 9 Januari 2017 lalu. Ruas ini nantinya akan melengkapi tol Semarang – Solo sepanjang 72 km dan terhubung dari Jakarta hingga Kertosono. (fth/zal)