Gunakan Gas Melon, Terancam Sanksi

508
Dwi Haryadi (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
Dwi Haryadi (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Penggunaan gas bersubsidi ukuran tiga kilogram atau gas melon yang tidak tepat sasaran masih saja dijumpai di beberapa rumah makan dan pelaku usaha di Temanggung. Padahal, gas melon untuk warga yang kurang mampu dan bukan untuk para pelaku usaha.

“Jika aturan sudah disahkan, bagi pelanggar akan kami tindak tegas. Sejauh ini, bagi para pelanggar baru kita beri sanksi teguran dan kita minta membuat surat penyataan,” ucap Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi, Rabu (17/1).

Dwi menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan sidak ke 50 pelaku usaha di wilayah hukum Polres Temanggung. Dari 50 pelaku usaha tersebut, 25 persen diketahui masih menggunakan gas melon.

Beberapa usaha yang sudah disambangi adalah peternakan ayam, restoran dan pelaku usaha lainnya. Sesuai aturan,  pelaku usaha yang bisa menggunakan tabung 3 kilogram yakni pedagang kecil atau pelaku usaha lain yang pendapatan kotornya masih di bawah Rp 850 ribu  per hari. (san/ton)