33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Gagalkan Penyelewengan 48 Ton Beras

Total ada 300 Ton Beras Bulog

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan penyelewengan sebanyak 48 ton beras milik Bulog, berhasil digagalkan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polrestabes Semarang bersama Sat Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Semarang. Pengungkapan bermula saat petugas mencurigai adanya dua truk kontainer dengan nomor lambung MRTU 2142848 dan MRTU 2037210 dari wilayah Demak masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Utara, Kamis (11/1) lalu, sekitar pukul 18.00.

Dari kecurigaan tersebut, didapati dua truk kontainer tersebut berisi masing-masing 24 ton beras, yang diketahui milik Bulog. Sontak, dua sopir truk Widodo dan Akhmad Munawir langsung diamankan untuk dimintai keterangan. “Saat pertama diamankan, sopir mengaku kontainer tersebut akan dikirim ke Klaten untuk dilakukan pencucian beras. Namun saya katakan, kalau ini dari Demak menuju Klaten, jalurnya bukan di sini. Ini sangat tidak masuk akal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat gelar perkara di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Rabu (17/1) kemarin.

Dari keterangan sopir yang tak masuk akal, semakin mengundang kecurigaan petugas. Hingga akhirnya, kedua sopir trsebut mengakui puluhan beras tersebut diambil dari Bulog Katonsari Demak atas perintah seseorang bernama Rofiq Musyahudin, menuju Klaten dengan bekal Rp 300 ribu. “Itu kan cuma alibi driver untuk menghindar dari pemeriksan kami. Kalau mau ke Klaten, bukan berhenti disini. Ekspedisi Rp 300 ribu, kalau dari Demak ke Klaten tidak mungkin. Pasti biayanya nambah lagi, karena jaraknya lebih jauh,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, akhirnya diketahui bahwa beras Bulog tersebut merupakan milik Esti Isniati. Beras tersebut diperoleh dari seseorang bernama Soleh pemilik UD Putra Purwodadi, selaku mitra kerja Bulog Jateng yang mendapat kepercayaan menjual beras operasi pasar di wilayah Semarang, Demak dan Pati.

“Dari pemeriksaan, akhirnya terungkap bahwasanya beras akan dikirim ke Kalimantan Timur. Tentu tujuan ke Kalimantan Timur ini akan membuahkan keuntungan yang besar,” bebernya.

Sesuai rencana, beras tersebut dipasarkan oleh pemiliknya di Kalimantan Timur dengan kisaran harga Rp 8.500 per kilogram. Sedangkan pemilik tersebut memperoleh dari UD Putra Purwodadi sebesar Rp 8.100, dan selaku mitra kerja Bulog, memperoleh harga Rp 7.100.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Fasilitas Terbaik Untuk Semua Kalangan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T Wongsonegoro terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan prima bagi masyarakat. Tidak hanya memberi pelayanan dan fasilitas bagi masyarakat kalangan...

Bupati Mirna: Kartini adalah Perempuan yang Tak Lupa Kodratnya

Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa. “Kartini masa kini, bukanlah perempuan yang  unggul dari laki-laki. Melain perempuan yang sadar akan...

Perketat Pengamanan Wilayah Perbatasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama TNI akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan dengan Jawa Timur. Menyusul adanya aksi...

Ingin Terus Berinovasi

RADARSEMARANG.COM - INOVASI demi inovasi telah dilakukan Novitasari Tribuana Tungga Dewi, utamanya di bidang gizi. Dengan inovasi yang diciptakan, dara kelahiran 10 November 1995 ini...

Polisi Siap Tindak Parkir Liar dan Pungli

Kalau memang harus membuka lahan parkir baru yang bersifat sementara karena kapasitas parkir milik TKL tidak cukup, sebaiknya nilai tarif sama yang sesuai Perda....

Batik Solikhin Gumawang Wiradesa

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Proses pewarnaan batik dengan zat pewarna alami, yaitu dengan mengekstrak senyawa organik dari berbagai tumbuhan terus digencarkan. Bagian tumbuhan yang digunakan...