DISTRIBUSI ILEGAL : Tim Satgas Pangan Polrestabes Semarang menggagalkan pengiriman 48. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISTRIBUSI ILEGAL : Tim Satgas Pangan Polrestabes Semarang menggagalkan pengiriman 48. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan penyelewengan sebanyak 48 ton beras milik Bulog, berhasil digagalkan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polrestabes Semarang bersama Sat Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Semarang. Pengungkapan bermula saat petugas mencurigai adanya dua truk kontainer dengan nomor lambung MRTU 2142848 dan MRTU 2037210 dari wilayah Demak masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Utara, Kamis (11/1) lalu, sekitar pukul 18.00.

Dari kecurigaan tersebut, didapati dua truk kontainer tersebut berisi masing-masing 24 ton beras, yang diketahui milik Bulog. Sontak, dua sopir truk Widodo dan Akhmad Munawir langsung diamankan untuk dimintai keterangan. “Saat pertama diamankan, sopir mengaku kontainer tersebut akan dikirim ke Klaten untuk dilakukan pencucian beras. Namun saya katakan, kalau ini dari Demak menuju Klaten, jalurnya bukan di sini. Ini sangat tidak masuk akal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat gelar perkara di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Rabu (17/1) kemarin.

Dari keterangan sopir yang tak masuk akal, semakin mengundang kecurigaan petugas. Hingga akhirnya, kedua sopir trsebut mengakui puluhan beras tersebut diambil dari Bulog Katonsari Demak atas perintah seseorang bernama Rofiq Musyahudin, menuju Klaten dengan bekal Rp 300 ribu. “Itu kan cuma alibi driver untuk menghindar dari pemeriksan kami. Kalau mau ke Klaten, bukan berhenti disini. Ekspedisi Rp 300 ribu, kalau dari Demak ke Klaten tidak mungkin. Pasti biayanya nambah lagi, karena jaraknya lebih jauh,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, akhirnya diketahui bahwa beras Bulog tersebut merupakan milik Esti Isniati. Beras tersebut diperoleh dari seseorang bernama Soleh pemilik UD Putra Purwodadi, selaku mitra kerja Bulog Jateng yang mendapat kepercayaan menjual beras operasi pasar di wilayah Semarang, Demak dan Pati.

“Dari pemeriksaan, akhirnya terungkap bahwasanya beras akan dikirim ke Kalimantan Timur. Tentu tujuan ke Kalimantan Timur ini akan membuahkan keuntungan yang besar,” bebernya.

Sesuai rencana, beras tersebut dipasarkan oleh pemiliknya di Kalimantan Timur dengan kisaran harga Rp 8.500 per kilogram. Sedangkan pemilik tersebut memperoleh dari UD Putra Purwodadi sebesar Rp 8.100, dan selaku mitra kerja Bulog, memperoleh harga Rp 7.100.