COPOT JABATAN CAS : Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun menegaskan pencopotan CAS dari jabatannya sebagai Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Purworejo, di kantor Kemkenkumham Jateng, Rabu (17/1) kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) akhirnya dicopot dari jabatannya. Setelah adanya pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait keterlibatan CAS dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Narkotika.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun menjelaskan bahwa CAS dibebastugaskan dari jabatan lamanya sebagai kepala Rutan Purworejo mengacu pada hasil penyelidikan dari BNN. “Sambil menunggu proses hukum, status kepegawaiannya langsung dipindahkan ke Kanwil Kemenkumham Jateng,” ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Kemkenkumham Jateng, Rabu (17/1) kemarin.

Ibnu menjelaskan pencopotan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham. Pihaknya juga menjelaskan dalam proses penangkapan oleh tim gabungan BNN, anak buahnya itu tidak melakukan perlawanan. “Saat kejadian, situasi rutan terbilang kondusif. Tidak ada keriuhan sama sekali. Selanjutnya, dia menjalani pemeriksaan di BNNP Jateng,” jelasnya.

Ibnu mengaku sempat bertemu dengan CAS saat sedang diperiksa di markas BNN Provinsi Jateng. Hal itu lantaran tahapan pemeriksaan di bawah kendali Kadivpas Kemenkumham. “Yang bersangkutan mengaku menerima transfer uang sebesar Rp 15 juta. Meski masih terlalu dini untuk percaya pengakuannya, prinsipnya kami menghormati proses yang dilakukan BNN,” tegasnya.

Ibnu membeberkan, anak buahnya mengakui uang kiriman tersebut hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pribadi mulai dari belanja hingga membeli rokok. “Dia (CAS) ngakunya buat belanja, beli rokok dan sebagainya,” imbuhnya.

Sementara, posisi CAS sebagai Kepala Rutan Klas IIB Purworejo digantikan Kepala Bapas Kelas II Klaten, Eko Bekti Susanto atas penunjukan Kanwil Kemenkumham Jateng.

“Kami sudah meneken surat tugas bagi saudara Eko Bekti. Selain pekerjaannya sebagai Kepala Bapas Klaten, sekaligus menjadi Plt Kepala Rutan Purworejo. Ini penting, mengingat kebutuhan Rutan Purworejo harus tetap berproses menjalankan administrasi dan mengelola proses-proses keuangan setiap hari,” terangnya.

Ia menyatakan tindakan tegas harus diambil untuk mendukung upaya BNN dalam menciptakan zero narkoba dan pungli di lingkungan Lapas. Sementara itu, sebelumnya diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, CAS diduga menerima aliran dana dari Christian Jaya Kusuma alias Sancai saat bertugas di Lapas Nusakambangan. Sancai merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lapas Pekalongan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota Direktorat Reserse, Narkotika, dan Obat-obatan Berbahaya Polda Jawa Tengah, AKP KW. Sedangkan AKP KW ditangkap atas kepemilikan sabu seberat satu gram oleh Paminal Polda Jateng pada Jumat, 1 Desember 2017 di sebuah rumah makan di Semarang. (tsa/ida)