CERAMAH: Kasum TNI Laksya TNI DR Didit Herdiawan dan Kaba Intelkam Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto, mewakila Panglima masing-masing pada ceramah kebangsaan di Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman), Pekalongan (17/1). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CERAMAH: Kasum TNI Laksya TNI DR Didit Herdiawan dan Kaba Intelkam Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto, mewakila Panglima masing-masing pada ceramah kebangsaan di Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman), Pekalongan (17/1). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik (Polri) turut hadir dalam Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) di Pekalongan. Berikan ceramah kebangsaan, keduanya ingatkan kepada ratusan ulama yang hadir agar turut menangkal perang proxi (proxy war).

“Kita harus waspada, kini pihak yang ingin merusak negeri ini menggunakan taktik proxy war. Ini lebih berbahaya, bahkan biayanya lebih murah dibanding perang secara fisik,” ucap Kasum TNI Laksya TNI DR Didit Herdiawan dihadapan ratusan peserta Muktamar, Rabu (17/1).

Dijelaskan Perwira Tinggi bintang tiga tersebut, bahwa proxy war adalah perang ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Yang dalam era sekarang menggunakan jalur dunia maya, dengan senjata informasi salah hoax, juga produk-produk perusak lain.

“Di era sekarang sduah mulai timbul pola, yang jauh dekat yang dekat jauh. Karena orang sudah senang pakai gawai dalam kehidapan sehari-hari. Ini berbahaya jika salah baca informasi. Bahkan bisa salah kaprah jika tidak memanfaatkan dengan benar,” serunya mengingatkan.

Hal lain yang kini menurut lulusan Lemhannas RI (PPSA) angkatan-17 ini, seperti Budaya gotong royong juga sudah makin luntur di negeri ini. Tidak itu saja, budaya hidup hedonis, narkoba juga turut disorot mantan Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. Karena dengan gaya hidup ini bisa merusak suatu generasi, jika ada satu dekade rusak, tentu akan terjadi gap.“Untuk itu kami harapkan para ulama yang hadir disini bisa menasehati lingkungannya agar menjauhi narkoba dan gaya hidup hedonisme,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Kaba Intelkam) Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menyampaikan tema yang serupa. Namun dia sering mengutip bagaimana, umat Islam Indonesia bisa semakin kuat dalam mempertahan negeri ini. Namun juga diingatkan agar, jangan mudah mengkafir kafir kan orang.

Dia juga cukup kagum dengan kiprah umat Islam melalui para ulamanya. Hal tersebut, juga bagian dari Mukjizat Nabi Muhammad hingga sekarang masih terasa, yaitu turunya Alquran, yang menjadi  pedoman hingga sekarang. Bahkan hingga kini terus menjadi kajian ilmu pengetahuan bagi umat manusia.

Pada kesempatan kemarin, Komjen Lutfi juga mengajak para ulama agar turut dalam dakwa di era digital seperti sekarang. Dengan turut memerangi hoax, yang menjadi cara agar negeri ini muhda dihancurkan. Karena kini melalui media sosial, apa saja mudah di share kepada masyarakat. Bahkan serasa sebagai pemilik media, karena bebas melakukan apa saja di halaman media sosialnya.“Kami berharap para ulama turut waspada dan berhati-hati dalam mendownload, membagikan berita yang tidak dipastikan kebenarannya,” ujarnya. (han/bas)