RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Semarang memperkirakan tinggi gelombang laut di selatan pulau Jawa akan mencapai 4 sampai 6 meter. Nelayan pun diminta waspada.

Kasi Data dan Informasi BMKG Jateng Lis Widya Harmoko mengatakan, setelah terjadi siklon badai Dahlia dan Cempaka yang telah berakhir, kini berganti dengan siklon Joyce. Siklon ini akibat dari pergerakan matahari yang sudah berpindah ke arah utara yang membuat tekanan udara rendah, mengakibatkan belokan dan pengumpulan angin di selatan pulau Jawa.

“Siklon ini membuat gelombang air laut di selatan pulau Jawa menjadi tinggi, diperkirakannya akan bertahan sampai satu minggu ke depan, atau sekitar sampai tanggal 22 Januari,” katanya kemarin.

Pihak BMKG sendiri mengimbau nelayan untuk waspada, namun tidak memberikan larangan untuk melaut. Saat ini siklon Joyce sendiri sudah mulai bergerak di utara perairan Australia menuju selatan Indonesia dari pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jawa Tengah bagian selatan yakni Cilacap, Wonogiri, Banjarnegara, Purworejo, Kebumen dan Yogyakarta akan terdampak, sehingga masyarakat terutama nelayan harus waspada terhadap fenomena gelombang tinggi sekarang ini,”paparnya.

Ia menjelaskan, masyarakat bisa mengenali gejala siklon Joyce, diantara adanya pergerakan angin yang kencang terutama pada sore hari. Pergerakan angin tersebut diikuti gerimis atau hujan yang cukup lebat. “Tak hanya di pesisir pantai, daratan tinggi pun akan terdampak angin kencang ini,” jelasnya.

Intensitas hujan lebat sendiri terjadi karena adanya rendah di daerah selatan pulau Jawa dengan tekanan udara mencapai 1003 milibar dan kecepatan angin 15-30 knot, hal tersebut disebabkan pergerakan matahari yang seblumnya ada di selatan kini bergerak ke arah utara. (den/zal)