Oleh : Siti Muyasaroh *)
Oleh : Siti Muyasaroh *)

RADARSEMARANG.COM – BELAJAR merupakan kewajiban bagi peserta didik. Namun kata belajar bagi peserta didik, kadang menjadi kata yang menakutkan. Hal ini dapat terlihat dari antusiasme dalam mengikuti pembelajaran masih rendah. Bahkan, daya kreatif, inovatif serta empati peserta didik terhadap lingkungan juga masih rendah. Bahkan, ketrampilan peserta didik dalam memecahkan suatu masalah juga masih sangat kurang. Hal tersebut mencerminkan bahwa motivasi belajar peserta didik benar-benar sangat rendah.

Motivasi belajar dapat menyadarkan peserta didik saat awal belajar sampai pada hasil akhir, menginformasikan pentingnya usaha belajar daripada bermain, mengarahkan pada semua kegiatan belajar, meningkatkan semangat belajarnya, menyadarkan adanya suatu perjalanan belajar yang kemudian untuk bekerja. Apabila motivasi dilakukan dengan kesadaran sendiri, maka tugas belajar bisa terselesaikan dengan lebih baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik adalah internal peserta didik dan eksternal peserta didik. Faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik adalah guru dan lingkungan sekolah.

Guru sangat berperan penting dalam dunia pendidikan dan menciptakan generasi-generasi mendatang yang cerdas dan berwawasan tinggi yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang diperhitungkan dalam dunia pendidikan. Tetapi pada saat ini, banyak guru yang tidak mau melakukan inovasi-inovasi terhadap dunia pendidikan dan hanya mengajar secara konvensional yang membuat peserta didik tidak menikmati pembelajaran. Inovasi-inovasi tersebut dapat diaktualisasikan dalam metode pengajaran. Metode pengajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan sangat dibutuhkan dalam era saat ini. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan siswa, guru dan lingkungan sekitar adalah metode outing class.

Pembelajaran outing class adalah suatu pembelajaran yang dilakukan peserta didik di luar ruangan atau kelas yang bertujuan membekali keterampilan peserta didik dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Pembelajaran outing class dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan di luar, misalnya: merawat tanaman di halaman sekolah, mengamati benda-benda yang ada di sekitar sekolah, bercerita di taman sekolah. 2) Mengajak peserta jalan-jalan dan memberi tugas pada peserta didik untuk mengamati apa yang dilihatnya. 3) Mengadakan outbond di alam terbuka. 4) Melakukan pembelajaran di dunia industri dan dunia usaha. Unsur yang ditawarkan dalam media outing class adalah belajar sambil bekerja di lapangan dengan cara yang sangat menyenangkan. Belajar melalui proses mengalami sendiri dan berinteraksi intens sambil bermain dengan teman-temannya yang dilakukan di alam terbuka, tentu menjadi pengalaman yang penuh makna dan sulit untuk dilupakan.

Manfaat pembelajaran outing class akan menambah pengetahuan dan kecintaan peserta didik terhadap alam sekitar, mengurangi kejenuhan dalam belajar sehingga mudah menerima informasi, menambah kepedulian tentang alam sekitar, meningkatkan kemampuan dalam bercerita, merangsang kreativitas, menambah pengetahuan guru dalam merencanakan  strategi pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar.

Dengan adanya metode outing class ini, memotivasi peserta didik melakukan persiapan pembelajaran yang lebih aktif dibandingkan persiapan metode pembelajaran konvensional. Proses pembelajaran akan lebih berjalan secara aktif, interaktif dan lebih menyenangkan karena peserta didik dapat berkomunikasi secara langsung dengan narasumber, mengamati secara langsung serta merasakan pengalaman tersendiri. Motivasi peserta didikpun akan semakin tinggi. (*/ida)

*) Guru SMK Negeri 2 Sukoharjo