Tolak Pindah Terminal Mangkang, Bus AKAP Demo

704
LALULINTAS TERSENDAT : Puluhan bus AKAP sengaja diparkir di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, sebagai upaya penolakan pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang, Selasa (16/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LALULINTAS TERSENDAT : Puluhan bus AKAP sengaja diparkir di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, sebagai upaya penolakan pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang, Selasa (16/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan sopir dan awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang. Mereka juga merasa tidak terima dengan beberapa bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masih beroperasi di Terminal Terboyo. Padahal sesuai ketentuan, Terminal Terboyo sudah harus steril dari keberadaan bus AKAP maupun AKDP per 15 Januari.

Protes tersebut dilakukan dengan cara memarkir bus di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, Selasa (16/1) kemarin. Praktis, kondisi jalan di sekitar lokasi mengalami kepadatan dan arus lalulintas juga tersendat. Bahkan para penumpang terlantar karena tidak mendapatkan bus ke luar kota.

“Kami mogok dan menolak ke Mangkang, karena di sana penumpang masih sepi. Di samping itu, masih ada salah satu pihak ternyata menolak keputusan yang sudah disepakati bersama dan masih tetap berhenti di Terboyo,” ungkap salah satu perwakilan perusahaan Otobus (PO) PT Jaya Utama Indo, Damanhuri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sesuai kesepakatan, katanya, terhitung 15 Januari lalu bagi bus AKDP dari arah Selatan dan Timur dipindahkan ke Terminal Penggaron. Sementara bus AKDP dan AKAP yang berasal dari arah barat dipindahkan ke Terminal Mangkang. Namun pada pelaksanaannya, masih banyak yang berhenti atau beroperasi di Terminal Terboyo.

Damanhuri mengatakan bahwa mogok kerja tersebut adalah karena ketidaktegasan pemerintah. Pihaknya menuntut kesamaan status, sesuai dengan kesepakatan awal. Artinya, jika bus AKAP tidak diperbolehkan tetap di Terboyo, maka hal serupa juga harus berlaku bagi AKDP tanpa terkecuali. “Kalau permintaan ini tidak bisa dilaksanakan, maka kami tetap akan berada di Terminal Terboyo. Jika Terminal Terboyo hendak dijadikan terminal barang, kami minta pengganti lokasinya,” katanya.

1 KOMENTAR

  1. Komentar:stakholder itu juga termasuk penumpang tanpa terkecuali..
    saya penumpang AKAP yg sering menggunakan jasa bus dr terboyo..saya biasa pergi dinihari ke arah selatan solo madiun dan sekitarnya
    saya setuju jika ditutup .tp dg syarat BRT oprasinya 24 jam.angkot 24 jam bus kota 24jam..tambah ongkos dikit ga papa utk transit ke banyumanik

    atau beri kami terminanl pengganti yg selevel tipe A disekitaran terboyo
    atau kembalikan terboyo ke tipe A
    mosok kalah sm solo..ibu kota jateng lho semarang kui

    yg jd pertanyaan.kenapa mangkang kesan nya secara fisik lbh bagus dr terboyo..kok bus dr arah barat ga mau masuk jg?

    hormat saya ..santoso penumang AKAP arah solo madiun asal Demak yg biasa berangkat mlm dinihari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here