Tolak Pindah Terminal Mangkang, Bus AKAP Demo

1588
LALULINTAS TERSENDAT : Puluhan bus AKAP sengaja diparkir di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, sebagai upaya penolakan pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang, Selasa (16/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LALULINTAS TERSENDAT : Puluhan bus AKAP sengaja diparkir di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, sebagai upaya penolakan pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang, Selasa (16/1) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan sopir dan awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas pemindahan dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang. Mereka juga merasa tidak terima dengan beberapa bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masih beroperasi di Terminal Terboyo. Padahal sesuai ketentuan, Terminal Terboyo sudah harus steril dari keberadaan bus AKAP maupun AKDP per 15 Januari.

Protes tersebut dilakukan dengan cara memarkir bus di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, Selasa (16/1) kemarin. Praktis, kondisi jalan di sekitar lokasi mengalami kepadatan dan arus lalulintas juga tersendat. Bahkan para penumpang terlantar karena tidak mendapatkan bus ke luar kota.

“Kami mogok dan menolak ke Mangkang, karena di sana penumpang masih sepi. Di samping itu, masih ada salah satu pihak ternyata menolak keputusan yang sudah disepakati bersama dan masih tetap berhenti di Terboyo,” ungkap salah satu perwakilan perusahaan Otobus (PO) PT Jaya Utama Indo, Damanhuri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sesuai kesepakatan, katanya, terhitung 15 Januari lalu bagi bus AKDP dari arah Selatan dan Timur dipindahkan ke Terminal Penggaron. Sementara bus AKDP dan AKAP yang berasal dari arah barat dipindahkan ke Terminal Mangkang. Namun pada pelaksanaannya, masih banyak yang berhenti atau beroperasi di Terminal Terboyo.

Damanhuri mengatakan bahwa mogok kerja tersebut adalah karena ketidaktegasan pemerintah. Pihaknya menuntut kesamaan status, sesuai dengan kesepakatan awal. Artinya, jika bus AKAP tidak diperbolehkan tetap di Terboyo, maka hal serupa juga harus berlaku bagi AKDP tanpa terkecuali. “Kalau permintaan ini tidak bisa dilaksanakan, maka kami tetap akan berada di Terminal Terboyo. Jika Terminal Terboyo hendak dijadikan terminal barang, kami minta pengganti lokasinya,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan melakukan diskusi dengan stakeholder terkait untuk merespon permintaan awak bus AKAP. Khadik menuturkan bahwa permasalahan pemindahan bus AKDP dan AKAP ini menyangkut kepentingan banyak pihak dan tidak bisa dilakukan dengan gegabah.

“Dalam satu minggu ini, akan kami gelar rapat koordinasi. Dalam kurun waktu tersebut, kami mengizinkan awak bus untuk tetap berada di Terboyo. Namun tidak berada di dalam terminal karena ada pembongkaran proyek selasar. Boleh beraktivitas di sekitaran terminal saja,” jelasnya.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di Jalan Kaligawe agar tidak terganggu. Sehingga bus AKAP tidak lagi terparkir di sepanjang tepian Jalan Kaligawe Raya, namun berada di kawasan sekitar terminal.

“Terminal Terboyo mulai 2018 telah ditetapkan sebagai terminal Tipe C. Diperuntukkan bagi angkutan dalam kota saja. Selanjutnya terminal tersebut sebagian akan dibangun untuk angkutan terminal barang. Hal ini sesuai dengan kewenangan Pemkot Semarang,” tandasnya. (tsa/ida)