SAMPAH MEDIS: Anggota Sat Reskrim Polsek Ambarawa saat membersihkan sampah medis yang dibuang sembarangan di sampaing SDN Lodoyong 03, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMPAH MEDIS: Anggota Sat Reskrim Polsek Ambarawa saat membersihkan sampah medis yang dibuang sembarangan di sampaing SDN Lodoyong 03, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang mengambil alih kasus temuan sampah medis di lingkungan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa. Hal tersebut untuk mempercepat penyelidikan.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan menyisir tempat praktek kecantikan maupun kesehatan. Selain itu juga rumah sakit yang ada di Kecamatan Ambarawa.

“Di situ (Kecamatan Ambarawa) ada tempat praktek kesehatan dan rumah sakit dan masih kita periksa,” ujar Agus, Selasa (16/1).

Dikatakannya, sampah medis tersebut ditemukan oleh salah seorang penjaga SD Lodoyong 03 saat jam pulang sekolah beberapa waktu lalu. “Yang menemukan juga kita mintai keterangan,” katanya.

Beberapa sampah tersebut kemudian dibakar agar tidak berdampak buruk bagi warga sekitar. Pasalnya, sampah tersebut dibuang di dekat area sekolah. Selain membakar, beberapa sampah juga diamankan sebagai barang bukti.

Sejalan dengan itu, kepolisian berencana hendak melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dan laboratorium forensik untuk menelusuri jejak pelaku pembuangan.

“Belum ketemu siapa yang membuang. Penyelidikan kami ambil alih, saya sudah perintahkan Kanit Reskrim Polsek Ambarawa untuk ikut bantu lidik,” katanya.

Dijelaskannya, barang bukti sampah medis tersebut tergolong berbahaya dan beracun dan masuk kategori B3. Sisa untuk barang bukti yang diamankan kini masih di titipkan di RSUD Ambarawa.

Ketika ditanya siapa yang diduga membuang sampah medis itu, apakah pihak rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dokter, ia menerangkan, hal itu bisa ditelusuri melalui kandungan serta kegunaan obat.

“Kami belum bisa memastikan, rencananya Dinas Kesehatan dan laboratorium akan dipanggil. Kira-kira barang itu sering dipakai siapa, merekalah yang tahu,” ujarnya. Adanya kejadian tersebut, pihaknya langsung memerintahkan Sat Reskrim untuk melakukan pemantauan.

Pemantauan dilakukan kepada semua aktivitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Ambarawa dan sekitarnya. Hal itu dilakukan untuk mencocokkan sisa kandungan medis dalam sampah tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukma menambahkan pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. “Pembuangan sampah medis secara sembarangan dapat berbahaya bagi warga sekitar,” tegasnya. (ewb/zal)