Kolam Campur Kaporit, Ribuan Ikan Mati

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ribuan ikan di mata air Senjoyo mati. Diduga kematian mendadak ini akibat air di lokasi ini bercampur kaporit. Kerugian yang dialami petani ikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senjoyo cukup besar. Sebab, ikan-ikan yang dibudidayakan seperti koi, nila, hingga ikan liar dan kepiting sawah mati.

Ketua Pokdarwis Senjoyo Edi Siswanto menuturkan, kejadian ini merupakan yang pertama kalinya sejak Pokdarwis dibentuk. Dari penelusurannya, diduga kaporit tersebut berasal dari bak penampungan PDAM yang meluap dan mengalir ke kolam.

Dalam kondisi normal, katanya, setiap bak penampungan ketika diberi kaporit, luapan air yang wajar akan langsung melalui pipa yang disediakan. “Namun pada saat kejadian, bak sedang dikaporit dan ternyata bak meluap karena kondisi memang hujan. Luapan air yang cukup besar itu yang masuk ke kolam dan langsung mematikan ribuan ikan yang ada di kolam tersebut,” jelas Edi Siswanto saat ditemui di lokasi, Selasa (16/1).

Ribuan ikan yang mati oleh warga sekitar banyak yang diambil dan dimasak. Karena memang ukuran ikan yang mati ada yang sudah masuk ukuran konsumsi. Sementara ratusan ikan koi yang dipelihara oleh Pokdarwis memang sudah lumayan besar ukurannya dengan kisaran harga Rp 10 ribu per ekor.

Lebih jauh Edi menyatakan, pihaknya tidak mencari kesalahan dan hanya tengah berusaha mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang. Menurutnya, selama ini hubungan antara Pokdarwis dan PDAM sudah berjalan baik. “Untuk sementara tidak kami isi dengan ikan dulu. Menunggu jika sudah tidak musim penghujan,” jelas Edi yang tinggal tidak jauh dari Umbul Senjoyo.

Umbul Senjoyo selama dikelola oleh Pokdarwis sebagai penunjang desa wisata. Salah satunya adalah dengan menebar bibit ikan di kolam yang ada di lokasi. Kolam bagian atas memang aman karena tidak terhubung dengan bak PDAM.

Direktur PDAM Kota Salatiga Samino mengaku tidak mengetahui kejadian itu. Ketika dikonfirmasi wartawan, ia membantah jika pihaknya membuang kaporit ke kolam ikan, karena jarak antara kolam dan bak penampungan PDAM berjauhan. Selain itu, PDAM juga tidak menerima komplain berkait hal tersebut. (sas/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -