Dua Bocah Suspect Difteri

Kapolres Magelang dan Istri Divaksin Difteri

552

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Dua bocah di Purworejo saat ini intens dipantau Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, karena suspect difteri. Dua bocah yang dimaksud berasal dari Kecamatan Kaligesing dan Kutoarjo. “Masing-masing berumur 8 dan 11 tahun, keduanya masih dinyatakan suspect,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Kuswantoro melalui Sekretaris Dinas, Darmin, Selasa (16/1) kemarin.

Darmin menyampaikan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap dua anak tersebut. Berbagai langkah dilakukan. Mulai penyelidikan epidemologi, outbreak response immunization, dan pengobatan profilaksis terhadap kontak. Kata Darmin, petugas di lapangan telah mengambil sampel darah pasien. “Positif tidaknya, masih menunggu, karena saat ini masih dilakukan uji laboratorium.”

Yang pasti, sambung Darmin, upaya pencegahan dan pengendalian sudah dilakukan. Utamanya, di daerah kasus. “Kami juga telah mengirimkan surat edaran ke seluruh Puskesmas di Purworejo terkait kewaspadaan dini terhadap difteri.”

Terpisah, Kepala Seksi Pelayanan 1 RSUD Tjitrowardoyo Suyatman membenarkan beberapa hari lalu, ada pasien suspect difteri yang dirawat. Namun, kondisi pasien berangsur membaik. “Sudah dibawa pulang dalam kondisi sehat. Untuk kepastian selanjutnya, menunggu keputusan dinas, karena harus uji laboratorium.”

Sementara itu, dari Mungkid, Kabupaten Magelang, dilaporkan, upaya mencegah penyebaran virus difteri dilakukan oleh Dinkes setempat. Kemarin, vaksinasi dilakukan terhadap anggota Polri, Polwan, ASN, dan anak-anak TK Kemala Bhayangkari di Gedung Bhayangkara Polres Magelang. Tidak hanya anak-anak, Kapolres dan istri pun ikut-ikutan disuntik vaksin.

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo mengatakan, kegiatan tersebut bentuk gerakan sosial terhadap kesehatan masyarakat. Selama ini, Kabupaten Magelang belum ada yang terkena difteri. “Meski begitu, kita tidak boleh lengah dan tidak boleh kecolongan. Karena itu, kita lakukan antisipasi ini.” Kepala Bidang Penanggulangan, Pencegahan, dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo menjelaskan, vaksin difteri sebenarnya merupakan vaksin rutin. “Untuk anak di bawah usia 1 tahun, ada tiga kali, kemudian ada tambahan berupa vaksin combine yang salah satu di antaranya adalah vaksin DPT.” Sunaryo mengakui, di wilayah Kabupaten Magelang, ada juga beberapa warga suspect difteri. “Sampai saat ini, kurang lebih ada 3 – 4 suspect. Hanya saja, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kami nyatakan bukan dampak dari difteri.” (jpg/isk)