33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Theaching Factory, Paradigma Sekolah Kejuruan di Indonesia

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – SEKOLAH Kejuruan itu menghasilkan lulusan yang tidak kompeten dan menghasilkan pengangguran. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu bentuk dari banyak persoalan yang masih hadir di sekolah kejuruan di Indonesia. Salah satu persoalan utama yang ada adalah ketimpangan antara tuntutan  industri selaku konsumen lulusan dari sekolah kejuruan dengan kenyataan yang dapat diberikan oleh sekolah kejuruan selaku produsen SDM tingkat menengah tersebut. Hal ini akan berimbas pada kenyataan yang ironis yaitu lulusan sekolah kejuruan yang begitu besar tidak dapat diserap di Industri bukan dikarenakan tidak tersedianya lowongan tapi dikarenakan kualifikasi lulusan yang tidak sesuai tuntutan Industri

Teaching factory sebagai paradigma baru memberikan secercah harapan untuk meminimalkan ketimpangan yang ada antara tuntutan industri dengan kemampuan sekolah kejuruan. Paradigma ini mempertemukan industri dan sekolah kejuruan sejak dalam tingkat perencanaan, proses pembelajaran, hingga proses evaluasi pembelajaran. Pembuatan kurikulum merupakan bidang garapan pada tahap perencanaan. Mekanisme proses belajar mengajar dengan segenap kelengkapanya sebagai bidang garapan pada proses pelaksanaan. Bidang garapan terakhir dilakukan pada mekanisme evaluasi yang didalamnya termasuk mekanisme uji kompetensi.

Teaching factory untuk sekolah kejuruan memerlukan tiga elemen pokok yaitu pertama yaitu ruang kelas yang merepresentasikan peserta didik dengan ruangnya, kedua industri yang merepresentasikan engineer atau pakar ahli dan yang terakhir adalah transmitter yang merepresentasikan  atau tempat memperoleh pengalaman langsung.

Kolaborasi ketiga elemen tersebut bisa dilakukan dalam dua bentuk yaitu pertama industri yang dihadirkan disekolah dan yang kedua sekolah yang dihadirkan ke industri. Dalam bentuk pertama para praktisi dari industri dihadirkan dalam pembelajaran disekolah sedangkan dalam bentuk kedua, para guru dan siswa diberi kesempatan untuk magang dan belajar di Industri.

SMKN 7 Semarang sebagai salah satu sekolah kejuruan yang telah menerapakan paradigma teaching factory dapat dijadikan parameter pembanding bagi sekolah-sekolah yang berkeinginan menerapkan teaching factory tersebut. Kolaborasi pembuatan kurikulum antara sekolah dan industri, siswa magang ke industri, guru magang ke industri, MOU antara sekolah dan industri, uji kompetensi oleh pihak industri merupakan beberapa bentuk agenda teaching faktor yang telah dilakukan di SMKN 7 Semarang.

Lulusan sekolah kejuruan memiliki kompetensi yang baik dan terserap oleh industri merupakan ungkapan yang diharapkan kedepan sebagai imbas dari penerapan paradigma teaching factory. Ini merupakan ending yang bahagia dan diharapkan oleh semua pihak baik negara, masyarakat maupun industri. Negara selalu pengelola pendidikan merasa tidak sia-sia investasinya di sekolah menengah kejuruan diseluruh wilayah indonesia, masyarakat merasa puas yangmana putra putrinya yang disekolahkan disekolah kejuruan dapat memperoleh pekerjaan yang layak. Pihak industri merasa puas karena kebutuhanya atas tenaga kerja yang kompeten dapat terpenuhi.

Takkalah penting dari semua itu, manajemen sekolah dalam menyiapkan lulusannya. Bagaimanapun juga dunia industry akan menerima jika ada kualitas yang diharapkan. Maka lulusan SMK dengan kompetensi yang ada menjadi dambaan industri-industri. Kedepan perlupengelolaan manajemen sekolah dan keahlian yang baik. Perlu melibatkan stakeh older yang harmonis dan mampu memberikan kontribusi positif. Jika semua dilakukan dengan baik, maka lulusan SMK akan menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. (tj3/bas)

Guru SMK Negeri  7 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

DPRD Wonosobo Dukung Forum Honorer K2 dan Komunitas Pemberkasan PPG Non PNS

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan Komunitas Pemberkasan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Non-PNS yang mengajar di sekolah negeri melakukan audiensi dengan...

Sosok Garang yang Penyayang

Sebagai seorang petarung, kesan sangar tentu melekat pada pria yang sempat menghabiskan masa kecilnya di Banyumas ini. Namun, lain di ring lain pula di...

Maulid Nabi, Khatamkan Alquran 12 Kali

SEMARANG- Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, SMP Islam Terpadu PAPB mengadakan kegiatan khataman Alquran sebanyak 12 kali. Kegiatan bertema 'Dengan Semangat Khataman...

LBH Ikadin Siap Advokasi Warga Tedampak Tol Batang-Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib 144 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang, mulai dari Desa Nolokerto, Kaliwungu, Sumbersari, Solomerto, Weleri dan warga sekitar Penggandon, Kabupaten Kendal,...

Santri  Tewas Tenggelam Di Kolam Renang

DEMAK-Peristiwa mengenaskan terjadi di kolam renang Polaris, jalan Demak-Grobogan, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, kemarin. Seorang santri bernama Muhamad Syafaul Mustajib, 8, anak dari Eko...

Jateng Peringkat II Anugerah KIP

RADARSEMARANG.COM, Jakarta – Pada akhir 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan. Kali ini sebagai Peringkat II Kategori Pemerintah Provinsi dalam Penganugerahan Pemeringkatan...