SEGERA BEROPERASI : Warga melintas di depan Terminal Magersari Magelang Selatan yang telah selesai dibangun dan segera dioperasikan sebagai terminal tipe C. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
SEGERA BEROPERASI : Warga melintas di depan Terminal Magersari Magelang Selatan yang telah selesai dibangun dan segera dioperasikan sebagai terminal tipe C. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pembangunan Terminal Magersari di Kelurahan Magersari Magelang Selatan yang diplot sebagai terminal tipe C telah selesai. Kini, Terminal Magersari hanya menunggu dioperasikan untuk melayani 6 jalur angkutan kota (angkot).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Suryantoro mengatakan, angkot yang akan masuk ke Terminal Magersari berada di jalur 2, 3, 8, 10, 12 dan angkutan perbatasan (angkutan Magelang-Borobudur dan Magelang-Salaman Kabupaten Magelang).

“Memang nanti ada perubahan jalur masuk. Selama ini kendaraan masuk ke lokasi bekas makam Kerkof itu melalui Pasar Burung. Khusus angkot, masuk melalui jalan depan Kantor Pegadaian dan keluar ke arah Pasar Burung. Nanti akan kita bahas perubahannya,” papar Suryantoro.

Terminal Magersari dibangun di atas tanah seluas 1.500 meter persegi dan menghabiskan anggaran Rp 2 miliar. Terminal ini bisa memuat hingga 15 kendaraan. “Terminal Magersari memang sudah jadi dan segera akan dioperasionalkan. Tapi, sebelumnya kami akan rapatkan dulu di forum lalu lintas, karena nanti juga ada perubahan jalur masuk,” beber Suryantoro.

Terminal Magersari ini merupakan pengganti Terminal Tidar yang diambil alih oleh Kementerian Perhubungan sekitar dua tahun lalu karena termasuk terminal tipe A. Dampak pengambilalihan Terminal Tidar membuat Pemkot Magelang harus kehilangan PAD sekitar Rp 575 juta per tahun. Jumlah sebesar itu terdiri dari retribusi terminal, parkir, dan lainnya senilai Rp 265,7 juta. Lalu sewa kios dan lainnya Rp 139,9 juta serta dan fasilitas pendukung lainnya Rp 171,7 juta.

“Terminal Magersari juga sebagai pengganti Subterminal Ikhlas yang kini lokasinya untuk menampung pedagang kaki lima dan parkir bus wisatawan Gunung Tidar. Rencana ke depan kita juga akan membangun terminal tipe C di lokasi lain,” tandas Suryantoro. (cr3/ton)