Sektor Properti Belum Membaik

1913
LESU : Model berpose di rumah contoh di Perumahan Pandanaran Hills. Selama 2017 lalu, sector property belum membaik. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
LESU : Model berpose di rumah contoh di Perumahan Pandanaran Hills. Selama 2017 lalu, sector property belum membaik. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang tahun 2017, beberapa sektor di pasar modal belum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan cenderung stagnan.

“Sektor properti maupun pertanian dan perkebunan, sejak 2017 lalu hingga saat ini belum menunjukkan adanya peningkatan,” ujar Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi El Fuad.

Sektor properti, lanjutnya, cukup jaya di sekitar tahun 2011 dan 2012, kemudian berangsur meredup hingga 2017 lalu. Salah satunya diperkirakan karena adanya kebijakan LTV yang mewajibkan pembayaran uang muka sebanyak 30 persen.

“Peraturan tersebut cukup memukul sektor ini yang berdampak pada penjualan produk-produk properti. Sehingga laba dari perusahaan-perusahaan properti stagnan dan menuju menurun, diikuti menurunnya saham-saham di sektor tersebut,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Pembiayaan Real Estate Indonesia (REI) DPD Jawa Tengah, Wibowo Tedjo Sukmono mengakui sepanjang 2017 pasar properti belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam beberapa pameran yang dilakukan sepanjang tahun tersebut, sebanyak 407 unit rumah menengah keatas berhasil terjual. “Namun jumlah tersebut hanya mencapai 60 persen dari jumlah yang kami targetkan,” ujarnya.

Padahal, pameran tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk menggenjot penjualan. Yaitu dengan memamerkan contoh hunian dan program promosi dari sejumlah pengembang di Semarang dan sekitarnya. “Melihat kondisi tersebut, kami pun tahun ini menetapkan target tak lebih dari target tahun lalu. Yaitu sebanyak 70 unit tiap kali pameran,” ujarnya. (dna/ric)