PT KJR Yakinkan Tidak Ada Pencemaran Limbah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Adanya pengaduan warga Desa Kandeman mengenai limbah kandang sapi PT Kejora Jaya Raya (KJR) membuat Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan bersama Polres Batang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kandang sapi .

Namun pengelola setempat, tegaskan bahwa tidak ada limbah yang dibuang ke luar maupun ke area warga. Pihak Dinas dan Polsek Tulis melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, ternyata sudah satu minggu bau limbah kotoran sapi yang diadukan warga setempat sudah menurun. Namun, untuk memastikan adanya dugaan pencemaran sumur di lingkungan Kandang sapi akan di lakukan pengujian klinis di laboratorium.

“Tadi kita lihat secara fisik, air sumurnya tidak ada persoalan, tidak ada bau kotoran. Tapi secara klinis akan tetap kita uji di laboratorium, hal ini untuk mengetahui bahwa air sumurnya tercemar apa tidak,” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang Achmad Taufik saat memeriksa salah satu sumur milik warga, pada Senin (15/1).

Dijelaskan lebih lanjut, pemeriksaan tersebut kata Taufiq, bentuk respon Pemerintah terkait adanya pengaduan sebagian warga Desa Kandeman yang katanya terdampak Kandang Sapi PT. KJR. Walaupun dikatakan pula, memang lokasi kandang sapai milik PT Kejora lanjutnya, tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Namun dinasnya juga memahami bahwa perusahaan setempat sudah berusaha menaruh sapinya di lokasi yang tepat. Karena hingga ini masih terus berupaya mengajukan ijin lokasi kandang sapi di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar yang sesuai RTRW Kabupaten Batang.

“Lokasi kandang sapi ini memang darurat untuk mengamankan sapi, namun kita juga sudah menghimbau untuk tidak berlama–lama dan harus ada batas waktunya. Yang secara memang untuk kesejahteraan hewan kurang bagus karena berdampingan dengan stone crusher dan berdekatan dengan rumah penduduk. Untuk itu  kami beri batas waktu untuk memindahkan sapinya,” imbunya.

Pimpinan Manajemen PT KJR Bagian Pemeliharaan Ternak Leo Wahyudi mengatakan, apa yang menjadi tuduhan warga secara teknis tidak ada masalah, untuk masalah bau sudah tidak ada, tapi karena limbah organik dan dari segi amoniak saya pastikan tidak ada pencemaran yang sampai mengganggu.

“Kami tegaskan lagi, tidak ada pembungan limbah cairan ke sungai atau ke parit sehingga pencemaran lingkungan. Karena bagi kami limbah vital, masih mengandung nilai, karena jadi pupuk,” jelas Leo Wahyudi.

Perwakilam warga Desa Kandeman Ahmad Rohim mengatakan, menurutnya ada 50 warga terdampak yang terkena dampak kandang sapi tersebut. Mereka sebenarnya minta kebijaksanaan kepada PT KJR, agar diberikan bantuan sosial bagi warga sekitar.

“Sudah kurang lebih satu tahun kami merasakan efek adanya kandang sapi disini, kami harapkan kepada perusahaan untuk memberikan kompensasi warga yang terdampak. Bisa seperti CSR atau sejenisnya,” ucap Ahmad Rohim. (han/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -