33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Prof Darmanto Ajarkan Kemerdekaan Berpikir

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Pemakaman dosen dan budayawan, Prof Darmanto Jatman SU, telah dilaksanakan, Senin (15/1) kemarin. Prosesi pemakaman berlangsung penuh khidmat. Jenazah dikebumikan di pemakaman Universitas Diponegoro (Undip) sekitar pukul 11.05 setelah disemayamkan di Auditorium Imam Bardjo Undip, Pleburan, Semarang.

Meskipun sang penyair sudah meninggal, namun ajaran Guru Besar Emeritus Undip ini masih hidup di hati orang-orang yang berkesempatan mengukir pengalaman bersamanya. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, Sunarto, salah satunya. Masih tergambar jelas dalam ingatannya sosok guru Darmanto Jatman.  Sang Guru telah mengajarkannya untuk bersikap kritis dalam memandang segala hal.

”Tidak hanya pada pemerintah, di manapun. Itu masih saya terapkan hingga sekarang,” kenang Narto –sapaan akrab Sunarto.

”Prof Darmanto mengajarkan saya mengenai kemerdekaan berpikir. Jangan sampai ada penjara dalam pikiran,” imbuh pria yang mengaku sempat menjadi mahasiswa dan rekan mengajar di Jurusan Ilmu Komunikasi Undip ini.

Pun dalam hal mengajar. Darmanto mengajarkan bahwa sudah seharusnya dosen lebih mengutamakan intelektualitas daripada sekadar penampilan. Hal ini pula yang masih diterapkan Narto hingga kini. ”Bagi saya Pak Darmanto itu senior yang sangat berperan dalam hidup saya. Banyak nilai-nilai yang sangat membantu kehidupan saya,” ujarnya.

Narto terhitung dekat dengan budayawan ini, terlebih saat itu dirinya aktif dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Undip Manunggal. LPM ini  saat itu diasuh oleh Darmanto Jatman. Baginya, sosok Darmanto Jatman membawa aura persemaian kemampuan intelektual pada dirinya.

”Banyak hal yang diajarkan oleh beliau, dan yang paling membekas itu tadi. Kemerdekaan berpikir. Terlebih saat itu para era Soeharto, di mana untuk membaca buku pun dibatasi,” jelasnya.

Dekan Fakultas Psikologi Undip, Hastaning Sakti, tak mampu melupakan kesederhanaan Darmanto Jatman. Baginya, Darmanto adalah bapak yang bijak, sederhana, dan apa adanya. Sebagai bapak, kata dia, Darmanto juga dikenal tegas.

”Beliau mengajarkan falsafah Jawa. Bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahya,” jelas Hasta tanpa bisa menyembunyikan kesedihannya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Sebagai penggagas program studi Psikologi Undip, Darmanto telah meletakkan visi Fakultas Psikologi sebagai psikologi keluarga. ”Akan kita pegang terus ini, kita tidak akan pernah goyah,” katanya dengan nada lirih.

Pukul 12.30, satu per satu pelayat mulai meninggalkan pusara sang Maestro. Sosok Darmanto telah meninggalkan banyak orang yang mencintainya, namun nama dan ajarannya masih akan tetap bersemayam di hati. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bersaing di Pasar TV Layar Besar

SEMARANG - Setelah meluncurkan TV pintar (Smart TV)  L5650  PT. Toshiba Visual Media Network Indonesia (PT. TVMI) kembali menghadirkan produk terbarunya. Kali TV layar...

Ditata, PKL Dekat Secaba

MAGELANG—Pemkot Magelang akan menata pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Magelang Tengah. Selama ini, keberadaan PKL di kecamatan tersebut masih semrawut.  Tidak hanya itu....

Duka Keluarga Korban dan Warga di Lokasi Kebakaran

Teriakan histeris dan isak tangis tak terbendung. Tak ada yang sanggup menerima dengan cepat kenyataan bahwa keluarga menjadi korban tewas secara tragis. DIVA SUWANDA-TEDDY AKBARI,...

Kirimkan 15 Mahasiswa ke Luar Negeri

SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, mengirimkan 15 mahasiswanya untuk mengikuti student mobility program ke beberapa universitas di luar negeri. Yakni Dongsoe,...

2 Warga Magelang Raih Hadiah Mobil

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Dua warga Magelang berhasil meraih hadiah utama berupa dua unit mobil saat pengundian Artos Histeria Belanja (AHB) 5 periode 25 Maret-28...

Beberapa Kali Dapat Tawaran Jadi Mantu Kiai dan Jamaah

RADARSEMARANG.COM - Di tingkat nasional, ada beberapa penceramah wanita terkenal seperti Mama Dedeh, Lutfiah Sungkar, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Ummi Pipik Dian Irawati, Ustadzah...