TERCIDUK: Bintang Megantara, 21, warga Kelurahan Sidorejo Kota Salatiga saat menunjukkan paket tembakau gorila di hadapan petugas dari Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERCIDUK: Bintang Megantara, 21, warga Kelurahan Sidorejo Kota Salatiga saat menunjukkan paket tembakau gorila di hadapan petugas dari Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bintang Megantara, 21, warga Kelurahan Sidorejo Kota Salatiga tidak bisa berkata apa-apa setelah diciduk petugas Polres Semarang. Bintang diciduk petugas lantaran kedapatan memesan tembakau gorila di salah seorang yang saat ini masih dilacak.

Penangkapan bermula saat Bintang mengambil pesanan paket tembakau gorila di hotel Ungaran Cantik. Paket tembakau gorila tersebut diselipkan diantara kopi saset. “Biasa pesan online, pakai aplikasi WA. Semua pesanan dipakai sendiri, sebagian dibagi-bagi ke teman,” kata Bintang saat dikeler ke Mapolres Semarang, Senin (15/1).

Diakuinya, ia mengaku sudah menggunakan tembakau gorila sebanyak tujuh kali. Sementara itu tiga kali diantaranya pengiriman dialamatkan ke hotel Ungaran Cantik. Penggunaan hotel Ungaran Cantik sebagai tempat pengiriman adalah untuk mengelabuhi petugas.“Setiap lima gram tembakau gorila seharga Rp 450 ribu, digunakan untuk 15 linting rokok,” katanya.

Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho menjelaskan penangkapan Bintang sekaligus pengguna tembakau yang termasuk narkoba golongan satu itu bermula dari kecurigaan petugas Hotel Ungaran Cantik.

Dimana ada paket yang dialamatkan ke hotel tersebut. Setelah dicocokkan dengan daftar tamu yang menginap ternyata tidak ada nama tujuan pengiriman. “Petugas hotel yang curiga lapor ke Polsek, kemudian tim dari Polsek dan Polres mendatangi lokasi,” ujar Agus.

Melalui hal tersebut, modus Bintang untuk mendapatkan tembakau gorila terbongkar. Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan paket berisi 10 bungkus kopi, satu bungkus tembakau gorila, satu pak kertas linting tembakau, dan satu smartphone.“Dia sengaja meminta bantuan jasa ojek online untuk mengantar paket tadi,” katanya.

Atas perbuatannya, ayah satu anak ini pun terancam dengan Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. (ewb/bas)