Petugas Sungkan Masuk Kompleks Tentara

470
MINTA IZIN : Ketua KPU Kota Salatiga (kiri) saat memaparkan data terkait Pilgub Jateng dalam rapat koordinasi Forkopimda di Rumah Dinas Walikota, Senin (15/1). (IST)
MINTA IZIN : Ketua KPU Kota Salatiga (kiri) saat memaparkan data terkait Pilgub Jateng dalam rapat koordinasi Forkopimda di Rumah Dinas Walikota, Senin (15/1). (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Hasil analisa daftar pemilih untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Jateng di Kota Salatiga terdapat 139.693 pemilih. Dari jumlah tersebut, 3.946 jiwa merupakan pemilih pemula. Sedangkan jumlah TPS di seluruh Salatiga sebanyak 391 titik.

“Pemilih pemula ini bukan saja remaja yang menginjak usia 17 tahun, tapi juga bisa mereka yang telah purnatugas dari TNI dan Polri atau penduduk pendatang,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga Putnawati saat rapat koordinasi dengan Forkopimda di Rumah Dinas Walikota, Senin (15/1).

Putnawati dalam kesempatan tersebut meminta bantuan pimpinan Batalyon Infanteri Mekanis 411/Pandawa agar membantu para petugas saat melakukan pendataan. “Dari pengalaman coklit Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan wali kota kemarin, petugas kami merasa sungkan atau tidak berani melakukan tugasnya di kompleks komandan. Mohon kami diberikan penjelasan terkait dengan autran koordinasinya, agar kami bisa menjelaskan kepada para petugas saat izin masuk komplek,” pinta Putnawati.

Sementara itu, Wali Kota Yuliyanto berharap partisipasi warga meningkat. “Yang lebih penting lagi adalah predikat Salatiga sebagai kota toleran tetap terjaga. Meskipun ada pesta demokrasi yang mungkin ada perbedaan pilihan, jangan sampai menimbulkan keributan,” ajak Yuliyanto.

Sementara Komisioner Panwas Yesaya Tiluata telah menyiapkan skema pengawasan pada pemilihan gubernur mendatang. “Panwas kelurahan yang baru saja dilantik telah melalui proses seleksi, baik administrasi dan wawancara. Dalam tes wawancara kita gunakan indikator pengetahuan seputar kepemiluan, integritas kemampuan komunikasi dan pengetahuan wilayah dan dedikasi kerja,” terang Yesaya. (sas/ton)