RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, mulai mengintensifkan pengawasan terhadap lembaga penyiaran menjelang Pilkada.

Wakil Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan pengawasan diintensifkan untuk mengantisipasi timbulnya kegaduhan yang disebabkan oleh siaran lembaga penyiaran.

“Ada sejumlah program pembinaan lembaga penyiaran dan strategi pengawasan yang efektif dan efisien. Apalagi di Jateng diselenggaraman Pilgub dan ada 7 Pilbub di kabupaten/kota.  KPID Jateng harus sigap untuk mensukseskannya melalui siaran yang menyejukkan,” katanya kemarin.

Sebelumnya Jateng sendiri dianggap sebagai daerah yang kondusif. Jangan sampai Pilkada membuat konflik dan tercerai-berai, apalagi disebabkan oleh pemberitaan melalui media.

“Adanya isu model Pilkada DKI mau diterapkan di Jawa harus disikapi, saya yakin  masyarakat dan pengelola media di Jateng punya komitmen untuk tetap menjaga persatuan,” terangnya.

Menurutnya, media elektronik seperti radio dan televisi, harus memiliki peran aktif dan kreatif menyiarkan program pendidikan politik seperti pemberitaan, dialog, talkshow, peatures, dan program lainnya. Tujuannya agar masyarakat bisa mengetahui informasi seputar Pilkada. Mulai tata cara memberikan suara, sampai menjatuhkan pilihan sesuai dengan akal sehat, tidak sekadar ikut-ikutan saja.

“Program pendidikan politik sangat penting, jangan karena tidak mendapat order iklan dari KPU kemudian pengelola radio dan televisi tidak berbuat apa-apa,” bebernya.

Media juga harus menjadi salah satu pilar demokrasi. Yakni memberikan pemberitaan yang berimbang, proporsional, dan tidak memihak. “Kami akan menindak tegas apabila ada radio atau televisi yang digunakan sebagai corong salah satu calon, pemberitaan tidak berimbang, atau menyebarkan berita bohong,” tegasnya. (den/zal)