33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Perketat Pengawasan Lembaga Penyiaran

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, mulai mengintensifkan pengawasan terhadap lembaga penyiaran menjelang Pilkada.

Wakil Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan pengawasan diintensifkan untuk mengantisipasi timbulnya kegaduhan yang disebabkan oleh siaran lembaga penyiaran.

“Ada sejumlah program pembinaan lembaga penyiaran dan strategi pengawasan yang efektif dan efisien. Apalagi di Jateng diselenggaraman Pilgub dan ada 7 Pilbub di kabupaten/kota.  KPID Jateng harus sigap untuk mensukseskannya melalui siaran yang menyejukkan,” katanya kemarin.

Sebelumnya Jateng sendiri dianggap sebagai daerah yang kondusif. Jangan sampai Pilkada membuat konflik dan tercerai-berai, apalagi disebabkan oleh pemberitaan melalui media.

“Adanya isu model Pilkada DKI mau diterapkan di Jawa harus disikapi, saya yakin  masyarakat dan pengelola media di Jateng punya komitmen untuk tetap menjaga persatuan,” terangnya.

Menurutnya, media elektronik seperti radio dan televisi, harus memiliki peran aktif dan kreatif menyiarkan program pendidikan politik seperti pemberitaan, dialog, talkshow, peatures, dan program lainnya. Tujuannya agar masyarakat bisa mengetahui informasi seputar Pilkada. Mulai tata cara memberikan suara, sampai menjatuhkan pilihan sesuai dengan akal sehat, tidak sekadar ikut-ikutan saja.

“Program pendidikan politik sangat penting, jangan karena tidak mendapat order iklan dari KPU kemudian pengelola radio dan televisi tidak berbuat apa-apa,” bebernya.

Media juga harus menjadi salah satu pilar demokrasi. Yakni memberikan pemberitaan yang berimbang, proporsional, dan tidak memihak. “Kami akan menindak tegas apabila ada radio atau televisi yang digunakan sebagai corong salah satu calon, pemberitaan tidak berimbang, atau menyebarkan berita bohong,” tegasnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Berizin, Toko Modern Ditegur

MAGELANG–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang mendatangi sebuah toko modern jenis minimarket di pinggir Jalan Pahlawan. Kedatangan mereka untuk memberikan peringatan kepada...

Lawan Preman, Malah Masuk Penjara

MAGELANG - Dedy Hermawan alias Herman, 36, warga Perum Depkes Blok C Nomor 2 Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang tidak menyangka...

Guru Pembina Tunas Muda

GURU, apa jadinya kita tanpa mereka? Sungguh menakjubkan bagi seorang anak bisa membaca menulis dan berhitung istilah ngetrennya calistung. Saya teringat waktu masih kelas...

Lebih Dekat dengan Komunitas Wayang Gaga Semarang (Kowaga)

Melestarikan budaya leluhur tak semuanya harus dinilai dengan seberapa besar materi yang kita miliki. Dengan cara unik dan murah, ternyata bisa dibuktikan dan dilakukan...

Tambah Jadwal KA Tujuan Semarang-Tegal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tingginya okupansi pengguna kereta api (KA) Kaligung relasi Semarang-Brebes dan Tegal membuat PT KAI Daop 4 Semarang, melakukan penambahan perjalanan KA...

Idolakan Yudhistira dan Semar

RADARSEMARANG.COM - KASUBAG Humas Polres Salatiga Kompol I Nyoman Suasma ternyata memiliki jiwa seni yang cukup kuat. Ia sangat menyukai wayang kulit. Tokoh idolanya...