33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Perdagangan Jateng Defisit

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang tahun 2017 lalu neraca perdagangan Jawa Tengah mengalami defisit. Sebagian besar komoditas impor berupa bahan baku penolong yang digunakan kembali untuk industri pengolahan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Sri Herawati mengatakan, sepanjang tahun 2017, nilai ekspor Jawa Tengah tercatat sebesar US$ 5.993 juta. Jumlah tersebut meningkat sebesar 11,21 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5.389 juta.

Peningkatan ekspor ini juga diiringi oleh peningkatan nilai impor. Yaitu dari US$ 8.811 untuk kumulatif impor sepanjang tahun 2016, meningkat 20,97 persen menjadi US$ 10.658 juta pada sepanjang tahun 2017.

“Karena nilai impor lebih besar dari nilai ekspor, maka neraca perdagangan Jateng sepanjang tahun 2017 lalu mengalami defisit,” ujarnya, kemarin.

Namun demikian, lanjutnya, komoditas yang diimpor sebagian besar merupakan bahan baku penolong, diantaranya serat untuk pengolahan tekstil, cat untuk furniture dan lain-lain. Ekspor komoditas tersebut mencapai 86 persen, kemudian disusul barang modal dengan mengambil porsi sebanyak 8 persen dan sisanya 5,9 persen berupa konsumsi.

Sedangkan untuk ekspor, sebagian besar merupakan barang-barang industri pengolahan. Jumlahnya bisa mencapai 89,60 persen dari total barang-barang yang diekspor. Melihat hal tersebut, menurutnya sepanjang tahun 2017, kondisi perindustrian Jawa Tengah masih cukup baik.

“Yang diimpor ini kebanyakan bukan barang konsumsi, tapi bahan baku penolong yang digunakan untuk industri. Pergerakan sektor industri ini juga untuk menopang perekonomian. Sehingga tidak hanya impor saja yang meningkat, tapi juga ekspor, meskipun jumlahnya masih defisit,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Permintaan Asuransi Jiwa Meningkat

SEMARANG – Sepanjang Ramadan hingga jelang mudik, permintaan asuransi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan produk-produk...

Operasikan KA Tawang Jaya Premium Tambahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT KAI Daop 4 Semarang akan mengoperasikan kereta api (KA) Tawang Jaya Premium Tambahan jurusan Tawang-Pasar Senen mulai Senin (15/1) sampai...

Dilarang Ikut Kampanye

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kepala Desa sering menjadi sasaran empuk dalam kampanye oleh calon pemimpin daerah. Namun kini ada aturan tegas yang melarang, kades ikut...

Turun Tangan, Stabilkan Harga Pasar

SEMARANG  - Di 2017 ini masyarakat diberi hadiah tidak mengenakkan dengan melambungnya harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Mulai pasca tahun baru hingga saat...

Razia Tempat Hiburan, Temukan Miras

BATANG-Tim gabungan yang dipimpin oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Pemkab Batang, melakukan razia di tempat hiburan di Kabupaten Batang, Senin malam (29/5)...