33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Pembangunan RSUD Akan Diaudit

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto akan meminta Badan Pmeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit hasil pembangunan RSUD Ungaran tahap I. Pasalnya, menurut Bambang Kusriyanto banyak kejanggalan dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

“Karena setelah dicek oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang hasil pekerjaan konstruksi struktur bangunan 7 lantai tersebut dinilai jelek,” kata Bambang ditemui kemarin, Senin (15/1).

Pria yang akrab disapa Krebo itu menjelaskan, pembangunan tahap pertama RUSD Ungaran tersebut menelan dana hingga Rp 44,4 miliar.“Kita akan minta BPK mengaudit hasil pekerjaan tahap I, karena setelah dicek oleh teman-teman Banggar DPRD ternyata banyak cor beton tidak lurus, masih bolong-bolong, ada retak, dan ada adendum dua kali untuk membangun talud yang menurut kami tidak penting,” ujarnya.

Ia berharap, BPK akan mengaudit hasil pekerjaan tersebut sebelum proyek tahap II dilakukan. Dimana proyek tahap II tersebut akan menelan anggaran hingga Rp 55 miliar dari APBD Kabupaten Semarang 2018. “Tahap I baru selesai Desember 2017 kemarin,” katanya.

Dikatakan Krebo, ia mewakili kalangan DPRD Kabupaten Semarang mengaku kecewa dengan hasil pembangunan RSUD Ungaran tahap I tersebut. “Kami mengawal pembangunan RSUD Ungaran dari mulai pengadaan tanah sampai anggarannya, kalau ternyata jadinya seperti itu kita sangat kecewa,” tuturnya.

Hasil audit BPK tersebut nantinya akan menjadi acuan pengerjaan proyek tahap II. Dimana DPRD Kabupaten Semarang saat ini meminta supaya proyek tahap II tidak dikerjakan lagi oleh PT DMI. “PT tersebut harus di blacklist, karena track record nya memang jelek,” katanya.

Seperti diketahui, dalam pembangunan RSUD Ungaran tahap I terdapat anggaran untuk konsultan pengawas sebesar Rp 800 juta. Selain itu juga terdapat anggaran sebesar Rp 150 juta untuk konsultan perencana yang bersumber dari RSUD Ungaran sendiri di luar anggaran fisik.

Anehnya, anggaran tersebut tidak disampakian dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) tetapi baru disampaikan ketika pengecekan di lapangan. “Kalau manajemen konstruksi dibayar Rp 800 juta kenapa tidak mengingatkan kontraktor ketika kualitas pekerjaannya jelek,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Krebo, hal yang dilakukan RSUD Ungaran yaitu memberikan teguran terlebih dahulu. “Tidak justru kesannya membela kontraktor saat rapat banggar,” katanya. Krebo yang juga sebagai ketua Banggar mengatakan pembelian lahan untuk bagian belakang tersebut terealisasi pada 2015. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fan Bingbing

Oleh: Dahlan Iskan Fan Bingbing bisa cantik-cantik-galak di film X-Man. Tapi kini dia takluk di depan petugas pajak. Bintang film cantiiiiiik-galaaaaak itu harus bayar denda....

Habib Luthfi Ajak Jaga Keutuhan NKRI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ribuan mahasiswa, dosen, pegawai dan warga sekitar kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) memenuhi Gedung Prof Wuryato Auditorium Unnes pada Minggu (18/3)...

Layanan Darurat, Hubungi 112

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan layanan panggilan darurat dengan nomor 112, Rabu (2/5) kemarin. Layanan ini terintegrasi dengan semua layanan darurat...

Siswa SMK Sultan Fatah Belajar Menulis

DEMAK-Mengasah kemampuan menulis bagi siswa menjadi perhatian serius bagi sekolah-sekolah di Demak. Terbukti, sebanyak 50 siswa SMK Sultan Fatah Jogoloyo belajar cara menulis yang...

Pendaftar Perangkat Desa Meningkat

KENDAL - Selama sepekan terakhir, permintaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kendal meningkat. Setiap hari bisa ratusan orang yang mengurus SKCK ke...

13.579 Siswa Ikuti UN SMP

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Data Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menyebutkan jumlah peserta UN SMP 2018 di Kabupaten Semarang adalah 13.579...