Langgar Tonase 28 Ton

827
DILARANG MELINTAS : Petugas melakukan pemasangan rambu larangan bagi truk yang memiliki beban di atas 5 ton melintas di Jalan Abdulrahman Saleh. (IST)
DILARANG MELINTAS : Petugas melakukan pemasangan rambu larangan bagi truk yang memiliki beban di atas 5 ton melintas di Jalan Abdulrahman Saleh. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pihak kepolisian masih mengusut kasus kecelakaan truk tronton menabrak empat kendaraan yang mengakibatkan dua orang tewas di Jalan Abdulrahman Saleh, Manyaran, Semarang Barat, Rabu (10/1) lalu. Dari hasil pemeriksaan sopir, truk tronton pengangkut MMT tersebut kelebihan muatan. Tak tanggung-tanggung, kelebihannya mencapai 17 ton.

“Sopir mengakui bahwa itu terjadi over tonase, jumlah beban yang diperbolehkan 11 ton, itu memuat 28 ton (gulungan plastik MMT),” terang Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi usai memeriksa Sugiono, sopir truk tronton, warga Jalan KH Achmas Dahlan, Kanigaran Probolinggo Jember, Senin (15/1) kemarin.

Bukti beban muatan diperolehnya dari surat jalan yang berisi rincian barang yang diangkut yaitu ada 350 paket gulungan MMT. Sedangkan satu pekat gulungan tersebut diketahui beratnya mencapai 80 kg.

“Dimana 1 paket gulungan MMT itu beratnya 80 kg, jadi kalau dikalikan 350 (gulungan) itu dapatnya angka 28.000 kg atau 28 ton. Itu juga sudah sangat melebihi,” tegasnya.

Pihaknya juga akan menelusuri untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab. “Apakah sopir, apakah pemilik kendaraan apakah pemilik barang. Kita kan harus selidiki lebih dalam. Jadi mungkin saja sopir sudah menolak tapi dipaksa pemilik truk atau pemilik barang, kita akan dalami,” bebernya sembari menambahkan akan memanggil pemilik barang dan truk.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang M Khadik menyatakan, paska peristiwa maut tersebut, pihaknya langsung memasang rambu larangan kendaraan berat melintas di jalur Abdulrahman Saleh. Termasuk memberi rambu tonase jalan.

“Sebetulnya dulu di situ sudah ada rambu yang membatasi truk angkutan berat. Maksimal 5 ton yang boleh lewat, mengingat jalannya (turunan) cukup tajam dan jalan realtif ramai. Namun kemarin ternyata setelah kita cek rambu itu hilang. Kemudian langsung kita pasangi kembali,” terang Khadik.

Khadik menambahkan, di sisi selatan rambu dipasang di ujung Jalan Untung Suropati. Sedangkan di sisi utara mulai dari perempatan Jalan Suratmo. “Di sana kita pasang rambu larangan dan akan kita perjelas lagi dengan pemasangan rambu ‘F’ yang lebih besar. Truk Dilarang Melintas,” tegasnya.

Selain pemasangan rambu, pihaknya juga akan melakukan operasi rutin di titik-titik yang rawan pelanggaran tonase, seperti di Jalan Abdulrahan Saleh dan Silayur, serta kawasan lain. (mha/zal)