Kubur Sabu, Tandai dengan Asbes

683
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan pil ekstasi yang disita dari tersangka Ari Setiawan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan pil ekstasi yang disita dari tersangka Ari Setiawan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penjual mainan anak yang kerap mangkal di Simpang Lima, dibekuk Satresnarkoba Polreatabes Semarang. Warga Sawah Besar, Gayamsari, bernama Ari Setiyawan, 33, itu diduga menjadi pengedar narkoba.

Ari ditangkap saat transaksi narkotika jenis sabu dan ekstasi di Jalan Durian, Lamper Kidul, Semarang Selatan, Jumat  (12/1) sekitar pukul 09.00. Modus yang dilakukan adalah mengubur narkotika di dalam tanah dan di atasnya dikasih tanda pecahan asbes bangunan.

“Tersangka ini sudah menjadi target operasi, kemudian kami pantau pergerakannya hingga akhirnya dilakukan penyergapakan di ruas Jalan Lamper Kidul, Semarang Selatan, saat hendak transaksi,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji, saat gelar perkara, Senin (15/1).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati satu paket sabu-sabu seberat 1 gram yang disimpan di saku celananya. Dari temuan ini, selanjutnya petugas melakukan pengembangan di rumah kos tersangka daerah Gayamsari. Ditemukan ratusan butir pil ekstasi dan paketan sabu siap edar.

“Petugas kembali menemukan barang bukti sebanyak 200 butir pil ekstasi dan 7 gram sabu-sabu,” bebernya. Selain itu juga disita alat timbangan digital sabu dan dua bendel plastik klip kosong.

Sementara, tersangka Ari mengakui awal mendapatkan barang tersebut diambil disuatu tempat sampah di Jalan Dr Cipto, Semarang Timur, sesuai petunjuk Y. Kemudian diracik dan dikemas ke dalam paket.

“Kalau sudah ada perintah masuk saya akan meletakkan barang pesanan itu (narkoba) di wilayah sesuai perintah tapi untuk lokasi terserah saya,” ungkapnya.

Cara transaksi yang dilakukan oleh tersangka Ari juga sangat cerdik. Setelah mendapat perintah dari Y melalui handphone untuk bertransaksi, kemudian barang tersebut diletakan di suatu tempat dan dipendam di dalam tanah. “Kemudian saya tandai dengan potongan asbes,” ujarnya.

Sementara, Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi menambahkan tersangka masih ditahan dan kasus ini masih dalam pengembangan. Dalam kasus ini Ari dijerat Pasal  114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.(mha/zal)