Waspadai Isu SARA

312

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG РIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Tengah mengimbau kepada  masyarakat, terutama umat Islam untuk mewaspadai kampanye yang menjual isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Fungsionaris ICMI Orwil Jateng, Gunoto Saparie, mengatakan, sentimen SARA merupakan isu sensitif yang dapat mengganggu ketenteraman dan keamanan masyarakat. Persatuan dan kesatuan yang selama ini terjaga harus tetap kita pelihara. “Beda pilihan tidak masalah, asalkan jangan menjatuhkan dengan cara yang tak fair,” katanya.

Ia menambahkan menguatnya politisasi SARA pada pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta 2017 bukan mustahil terjadi di Jawa Tengah. Hal itu tampak dari pernyataan beberapa politisi akhir-akhir ini. Dengan melihat contoh keberhasilannya dalam Pilgub DKI, kemungkinan sentimen SARA dinilai masih efektif untuk memenangkan pertarungan.

“Sentimen SARA memang bisa menggugah dan menggerakkan pemilih untuk terpolarisasi memenangkan kandidat,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat Jateng harus dewasa dalam menyikapi hal ini. Strategi murahan yang mengabaikan program kandidat tak patut diimpor ke wilayah ini. “Seharusnya partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk mengantisipasi terjadinya penggunaan isu SARA dalam Pilgub,” tegasnya.

Memang, diakui isu SARA dan politik identitas telah lama digunakan dalam pemilu di Indonesia namun selama ini masih bisa diredam. “Belajar dari kasus Pilgub DKI, fenomena ini kini makin menguat dan sungguh mencemaskan karena berpotensi memecah belah bangsa,” tambahnya. (fth/zal)