33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Stok Polsek Habis, Pemohon SKCK Banjiri Polrestabes

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Blanko  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek habis, ratusan pemohon banjiri Mapolrestabes Semarang. Jumlah pemohon meningkat 100 persen. Akibatnya, antrean panjang dan waktu pengurusan berjam-jam.

“Antrean meningkat sudah dari 20 Desember 2017 lalu, biasanya sehari menerbitkan sekitar 100 SKCK sekarang bisa sampai 250 SKCK,” ungkap salah satu petugas pelayanan di SKCK Polrestabes Semarang, kemarin.

Sebenarnya, proses pembuatan SKCK tidak membutuhkan waktu lama. Hanya saja, kondisi sekarang ini banyak masyarakat yang mendatangi tempat tersebut untuk membuat surat SKCK dan harus mengantre.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna peningkatan jumlah pemohon SKCK karena pelayanan di Polsek jajaran Polrestabes Semarang telah kehabisan stok blanko SKCK.

“Yang pertama ini memang sedang musim orang mau mencari kerja. Kedua, sedikit terlambat dikarekana dari polsek ini habis, akhirnya ke Polrestabes semua. Kalau blanko di polsek-polsek masih ada, dimungkinkan di Polrestabes tidak membludak,” katanya.

Demi memberikan pelayanan masyarakat utamanya yang membutuhkan SKCK, Mapolrestabes Semarang juga telah berkoordinasi dengan Polda Jateng. Hingga akhirnya mendapat bantuan stok blanko dari Polres lain.

“Di Polrestabes, Kamis kemarin tinggal 2.000 an blanko. Sudah sudah disebar ke enam Polsek di jajaran Polrestabes Semarang, yang wilayahnya sedang banyak membuat surat SKCK. Sehingga masyarakat yang membutuhkan atau berkeinginan membuat SKCK bisa langsung ke Polsek sesuai alamat tinggal,” jelasnya.

Terkait adanya keterlambatan blanko ini, pihaknya juga mengharap kepada masyarakat Kota Semarang untuk bersabar. Begitu juga, administrasi pembuatan surat SKCK tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp 30 ribu.

“Administrasi pembuatan masih tetap Rp 30 ribu, dan itu masuk ke kas negara. Kami berharap kepada masyarakat agar sabar, memang yang pertama peminatnya tinggi,” pungkasnya. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This