Ritual Po Un Jaga Keselarasan Manusia

686
MINTA KESELAMATAN : Ribuan warga Tionghoa dari berbagai kota di Jateng, mengikuti ritual cisuwak atau Po Un sebagai Sembayang jaminan keselamatan sepanjang tahun 2018 di halaman Yayasan Tjie Lam Tjey jalan Gang lombok Semarang, kemarin (14/1). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
MINTA KESELAMATAN : Ribuan warga Tionghoa dari berbagai kota di Jateng, mengikuti ritual cisuwak atau Po Un sebagai Sembayang jaminan keselamatan sepanjang tahun 2018 di halaman Yayasan Tjie Lam Tjey jalan Gang lombok Semarang, kemarin (14/1). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Ribuan warga Tionghoa dari berbagai kota di Jateng, kemarin (14/1), mengikuti ritual Cisuwak atau Po Un di halaman Yayasan Tjie Lam Tjey, Jalan Gang Lombok,  untuk menolak balak.

Kegiatan cisuwak ini dilakukan agar ditahun baru Imlek 2018 atau shio anjing ini menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ritual dipimpin oleh Bhiksu dari Jakarta, Sin Chen dan Darmanto. Kegiatan sembahyang diawali dengan pembacaan doa-doa paritha suci dan dilanjutkan dengan membakar kertas doa.

Ketua Yayasan Tjie Lam Tjey, Wong Aman Gautama mengatakan, ritual Po Un ini selalu dilakukan agar dibtahun baru ini kehidupan warga menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Menurutnya sembayang Po Un dilaksanakan untuk menjaga keselarasan manusia dengan alam semesta. Manusia merupakan bagian dari alam semesta ini berada dalam posisi yang tidak harmonis dengan pergerakan alam semesta.

“Sehingga perlu kiranya agar setiap manusia dapatr mengikuti ritual Po Un ini,” imbuhnya.

Biasanya kegiatan Po Un ini dilakukan setelah dewa turun dari langit, atau Cia wek ce shi atau tanggal 4 bulan 1 penanggalan Imlek. Dan warga Tionghoa percaya bahwa setiap orang yang lahir memiliki chiong / kias dari masing-masing shio.

“Maka chiong inilah yang harus dicocokkan dengan shio setiap orang dan shio setiap tahunnya,” ungkapnya. (hid/zal)