TINJAU KAMPUS : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meninjau kampus IAIN Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, di Desa Gejlik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU KAMPUS : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meninjau kampus IAIN Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, di Desa Gejlik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk mengembangkan dunia pendidikan dan menumbuhkan perguruan tinggi, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menghibahkan tanah seluas 5 hektare kepada IAIN Pekalongan. Sedangkan tanah yang dibutuhkan sebesar 40 hektare.

Menurut Bupati Asip, di Kabupaten Pekalongan belum ada perguruan tinggi. Sehingga untuk mencetak SDM yang berpendidikan, harus mengirimkan siswa lulusan SMA/STM ke luar Kabupaten Pekalongan. “Saya ingin Kabupaten Pekalongan memiliki 6 perguruan tinggi. Makanya, Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah seluas 5 hektare,” kata Bupati Asip saat meninjau Kampus IAIN Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI), di Desa Gejlik, Ahad (14/1) kemarin.

Kedatangan Bupati Asip tersebut untuk memastikan kesiapan peresmian yang akan dilakukan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, setelah menghadiri Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Pendopo Rumah Dinas Bupati Kajen, Senin (15/1) hari ini.

Bupati Asip juga mengatakan dengan adanya Kampus IAIN FEBI, tak hanya meningkatkan SDM di Kabupaten Pekalongan, tapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah yang ada di Desa Gejlik.

Apalagi pada tahun ajaran baru 2018/2019 ini, ada 10 ribu mahasiswa IAIN Kabupaten Pekalongan yang menimba ilmu. Artinya masyarakat di sekitar kampus IAIN akan membangun ekonomi baru, mulai daru usaha jasa kos-kosan, rumah makan dan lainnya.

“Dalam waktu dekat, beberapa perguruan tinggi, seperti Undip, ITB, Politeknik NU, Sekolah Tinggi Muhamadiyah, dan Sekolah Pendidikan Tinggi Kepolisian di Desa Limbangan juga akan didirikan di Kabupaten Pekalongan. Sehingga Kabupaten Pekalongan yang semula zero perguruan tinggi, di tahun 2018 ini akan ada 6 perguruan tinggi baru,” kata Bupati Asip. (thd/ida)