RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Penularan virus HIV/AIDS di kalangan anak jalanan (anjal) atau komunitas anak punk sangat menghawatirkan. Pasalnya, pergaulan bebas, seks bebas serta pemakaian narkoba yang menjadi penyebab penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu kerap kali dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua LPAI Kendal, Yohanna di sela pemberian sosialisasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada 30 anjal dan komunitas punk. Kegiatan itu digelar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal di objek wisata (OW) Tirtoarum Baru.

“Sosialiasi ini memberikan pencerahan kepada anak-anak punk agar kembali ke jatidirinya. Yakni agar mereka dapat hidup normal, berkumpul dengan keluarganya dan meninggalkan kehidupan jalanan,” katanya, kemarin.

Di sela kegiatan, ia juga menanamkan kembali semangat belajar anjal dan anak punk. Sehingga mereka bisa memiliki cita-cita dan masa depan. “Ini saja tidak cukup, perlu dibina secara kontinyu sehingga mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk berubah,” tambahnya.

Pembina LPAI Kendal, Nur Hidayah, mengatakan, setelah mengumpulkan anak-anak punk, untuk selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan. Bagi anak punk dari luar Kendal, akan dikembalikan ke daerah asalnya. “Setelah didata, nantinya akan dilakukan pembinaan dan diajak bicara supaya hidupnya terarah dan tidak lagi hidup di jalan,” kata dia.

Nur Hidayat mengungkapkan, LPAI Kendal, akan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami korban kekerasan. “Kami akan mendampingi anak-anak korban kekerasan sampai selesai proses di pengadilan dan gratis,” ungkap dia.

Sementara, Bidan Mulyati, memberikan materi penyakit HIV/AIDS. Ia menyampaikan tentang HIV/AIDS yang penularannya bisa melalui jarum suntik dan seks bebas. Anak-anak punk juga diberitahu tentang kondisi penderita AIDS yang sangat mengerikan. “Jika tidak ingin terkena penyakit HIV/AIDS, maka jangan ganti-ganti pasangan atau melakukan seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk dipakai bersama,” kata dia. (bud/ida)