HIV/AIDS Anak Punk Mengkhawatirkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Penularan virus HIV/AIDS di kalangan anak jalanan (anjal) atau komunitas anak punk sangat menghawatirkan. Pasalnya, pergaulan bebas, seks bebas serta pemakaian narkoba yang menjadi penyebab penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu kerap kali dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua LPAI Kendal, Yohanna di sela pemberian sosialisasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada 30 anjal dan komunitas punk. Kegiatan itu digelar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal di objek wisata (OW) Tirtoarum Baru.

“Sosialiasi ini memberikan pencerahan kepada anak-anak punk agar kembali ke jatidirinya. Yakni agar mereka dapat hidup normal, berkumpul dengan keluarganya dan meninggalkan kehidupan jalanan,” katanya, kemarin.

Di sela kegiatan, ia juga menanamkan kembali semangat belajar anjal dan anak punk. Sehingga mereka bisa memiliki cita-cita dan masa depan. “Ini saja tidak cukup, perlu dibina secara kontinyu sehingga mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk berubah,” tambahnya.

Pembina LPAI Kendal, Nur Hidayah, mengatakan, setelah mengumpulkan anak-anak punk, untuk selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan. Bagi anak punk dari luar Kendal, akan dikembalikan ke daerah asalnya. “Setelah didata, nantinya akan dilakukan pembinaan dan diajak bicara supaya hidupnya terarah dan tidak lagi hidup di jalan,” kata dia.

Nur Hidayat mengungkapkan, LPAI Kendal, akan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami korban kekerasan. “Kami akan mendampingi anak-anak korban kekerasan sampai selesai proses di pengadilan dan gratis,” ungkap dia.

Sementara, Bidan Mulyati, memberikan materi penyakit HIV/AIDS. Ia menyampaikan tentang HIV/AIDS yang penularannya bisa melalui jarum suntik dan seks bebas. Anak-anak punk juga diberitahu tentang kondisi penderita AIDS yang sangat mengerikan. “Jika tidak ingin terkena penyakit HIV/AIDS, maka jangan ganti-ganti pasangan atau melakukan seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk dipakai bersama,” kata dia. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -