Gaet Pelanggan Tak Harus Banting Harga

668

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyarankan penghentian perang tarif. Namun para pengusaha didorong untuk melakukan peningkatan layanan sebagai upaya menggaet pelanggan.

Ketua Asperindo Jawa Tengah, Tony Winarno mengungkapkan, saat ini memang terdapat beberapa pelaku usaha baru di bidang ini yang gencar banting harga hingga 50 persen dari normal rata-rata yang ditawarkan.

“Tidak banyak memang, rata-rata pelaku usaha yang baru masuk dan berupaya menggaet pasar. Meski tidak banyak, tapi cepat atau lambat berpotensi membuat industri di bidang ini kedodoran,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, untuk menembus pasar industri jasa pengiriman, tidak harus melulu dengan banting harga. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesejahteraan karyawaan dan akan mematikan industri tersebut.

“Kalau teman-teman banting harga dan tidak untung, dampaknya pada kesejahteraan karyawan. Di awal mungkin promosi, tapi kalau keuntungan terus menerus tergerus, ya tinggal kuat-kuatan karena cepat atau lambat akan mati,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan pada para pelaku usaha di bidang ini justru meningkatkan pelayanan. Mulai dari ketepatan waktu hingga penanganan aduan yang cepat dan tuntas. Hal ini dinilainya justru akan berdampak lebih signifikan dalam menggaet pasar.

“Kalau memang layanan express dijanjikan sehari sampai, ya harus sehari sampai. Kemudian sampai sebelum pukul 12.00, ya harus benar-benar sebelum pukul 12.00. Begitu juga dengan komplain yang harus ditanggapi dengan cepat,” ujarnya.

Selain itu, terkait hal ini ia mengusulkan agar dibuat harga acuan. Penentuannya, berdasarkan pelayanan dan produk. Mulai dari yang reguler hingga express. “Sehingga tidak perang tarif, tapi mengunggulkan pelayanan. Konsumen untung kami pun tidak kedodoran,” ujarnya. (dna/ida)