MENAMBAL : Warga mencoba menambal jalan yang berlubang dengan tanah agar dapat dilalui pengunjung. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
MENAMBAL : Warga mencoba menambal jalan yang berlubang dengan tanah agar dapat dilalui pengunjung. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Akses masuk ke tempat penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mulai rusak. Susunan paving sudah mulai tidak rata dan membentuk genangan. Hal ini dikeluhkan para pengunjung.

“Parah jalannya. Berlumpur!!. Yang deket sungai itu malah bau banget,” kata Mugiyono, seorang pengunjung.

Senada, Ida, juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Ditambah lagi, dirinya merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang ada di sepanjang sisi jalan.

“Tradisional bukan berarti harus becek-becek gini. Apalagi itu sampahnya yang ada di pinggir jalan banyak banget,” ungkapnya.

Kondisi ini dinilai membuat pasar semakin sepi. Azam, pedagang sepatu mengeluhkan merosotnya jumlah pengunjung selama jalanan rusak. Dirinya menuturkan, jalan mulai rusak sekitar sebulan terakhir, sejak sering hujan.

“Bagaimana mau ramai, orang jalannya saja rusak. Bisa jadi itu membuat pengunjung enggan ke sini,” keluhnya sembari menyayangkan pedagang pasar Yik yang tak kunjung pindah.

“Sini sudah sepi karena pedagang Yaik yang nggak mau pindah. Selalu diundur, dan ini kelihatannya minta mundur lagi. Ditambah jalannya rusak. Ya sepi,” tegasnya.

Saking sepinya bahkan sejumlah pedagang memilih untuk beralih profesi. Banyak pedagang yang kemudian memutuskan untuk menutup kios untuk beralih menjadi sopir ojek online.

“Banyak yang pindah ke ojek online. Terutama yang bagian dalam (bukan di pinggir jalan). Saya kalau dapat bagian dalam mungkin juga sudah pindah ojek. Kalau di sini satu dua pembeli masih bisa dapat,” katanya. (sga/zal)