33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pasar Waru Rampung, Siap Ditempati Pedagang

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan Pasar Waru dinyatakan telah rampung. Pasar yang pernah terbakar pada 19 November 2016 ini siap ditempati pedagang.

Revitalisasi pasar yang dibangun 3 lantai ini, telah menelan biaya sekitar Rp 18,5 miliar dari APBD Kota Semarang. Di lantai 1 ada 58 kios, lantai 2 ada 4 kios. Masing-masing kios berukuran 3×3,1 meter per segi. Lainnya berbentuk lapak los ada 216 unit. Masing-masing berukuran 3×1,5 m2. Sedangkan di lantai 3 digunakan untuk pedagang pancaan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan saat ini sedang proses penataan lapak dan kios. Selain itu, proses pembuatan zonasi sesuai kriteria barang dagangan. “Ada 520 pedagang yang menempati Pasar Waru Semarang, terdiri atas 70 pedagang di kios, 225 pedagang yang menempati los, dan sisanya pedagang pancakan,” katanya, kemarin.

Pembagian lapak pedagang di Pasar Waru Semarang telah dilakukan koordinasi dengan paguyuban. Mereka meminta untuk rapat internal. Fajar memersilakan paguyuban pedagang terlibat melakukan penataan. Sehingga pasar ini segera ditempati pedagang yang sekian lama menempati penampungan. “Pembagian zonasi di antaranya buah-buahan, bumbu, daging, gerabah, hasil bumi, kelontong, hingga konveksi,” katanya.

Fajar menyebutkan ukuran los sebesar 3×1,5 meter yang nantinya akan dibagi dua agar bisa menampung pedagang. “Para pedagang yang menempati los juga sudah setuju. Di situ los ukurannya 3×1,5 meter. Nanti, akan kami bagi dua agar cukup menampung pedagang pancakan,” katanya.

Lebih lanjut, kata Fajar, masih tersedia lahan yang cukup untuk menampung pedagang pancakan sehingga mereka tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat di Pasar Waru Semarang. “Kami ingin memercepat pemindahan ke tempat baru, agar mereka tidak kelamaan di tempat relokasi,” katanya.

Mandor pembangunan proyek Pasar Waru Indah, Gunari mengatakan, saat proses pembangunan, pihaknya melibatkan sebanyak 200 pekerja. Pembangunan mendekati sempurna. “Sudah siap ditempati,” katanya.

Salah satu pedagang, Suryani, 54, mengaku senang karena pembangunan Pasar Waru telah selesai. “Kami berharap nanti tambah ramai karena pasarnya tambah bersih,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

PPPKMI Dorong Promotor Miliki STR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pengurus Jawa Tengah mendorong tenaga kesehatan masyarakat untuk memiliki Surat Tanda Registrasi (STR)....

Kerap Roadshow Istighotsah, Tugas PNS Tetap Utama

Aparat penegak hukum tidak selamanya bertindak dengan kekerasan. Di balik ketegasan, mereka juga bisa menertibkan masyarakat lewat jalan agama. Seperti apa? MAKSUM adalah salah satu...

Ajak Warga Bertanam Toga

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Banyak rumah warga  di Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang memiliki pekarangan luas namun belum dimanfaatkan. Melihat potensi tersebut, dua dosen UM...

Dulu Atlet Gulat, Kini Peringkat 1 MMA Nasional

Meski sibuk menjadi atlet mix martial art (MMA) atau bela diri campuran, Agung Yulianto tak melupakan pendidikan. Kamis (14/12) lalu, ia telah menyelesaikan kuliahnya...

Evaluasi Kinerja dan Songsong Program 2018

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, memanfaatkan peringatan HUT ke-38 dengan evaluasi kinerja pengurus, serta paparan progam kerja tahun 2018. Ketua Umum...

179 Warga Terima Bantuan Rp 5,3 M

UNGARAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengucurkan bantuan untuk 179 warga dari 8 desa di Kecamatan Bringin dan Kecamatan Sumowono,...