Life Skills dalam Pembelajaran Biologi

200
Oleh : Umi Mardewi SPd
Oleh : Umi Mardewi SPd

RADARSEMARANG.COM – MENGEMBANGKAN Potensi peserta didik sebagai amanat Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  merupakan tugas yang tidak ringan bagi guru di SMA dengan heterogenitas peserta didik yang sangat tinggi, baik dilihat dari latar belakang sosial maupun motivasi mereka belajar di SMA.

Pembelajaran Biologi di SMA cenderung dipersiapkan untuk memberi bekal kepada peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi,  tetapi kita menghadapi kenyataan bahwa tidak semua peserta didik melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh sebab itu  penting bagi kita untuk memberikan bekal yang bersifat life skills atau  pembekalan kecakapan hidup dalam mempersiapkan mereka  terutama yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi ,agar tidak canggung dalam menghadapi dunia nyata  setelah mereka lulus SMA.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa proses pembelajaran di kelas tidak cukup untuk memberikan bekal life skills yang bersifat praktis dikarenakan keterbatasan ruang dan waktu. Proses pembelajaran di kelas dengan heterogenitas peserta didik yang kompleks, terkadang juga kurang mampu mewadahi aspirasi peserta didik yang minat belajar dan kreatifitasnya kurang atau di atas  rata-rata teman sekelasnya. Untuk hal tersebut diperlukan jam tambahan khusus yang memberi ruang dan waktu yang lebih luas  kepada mereka untuk lebih leluasa belajar dan mengasah kecakapan hidup yang di harapkan mampu memotifasi berkembangnya kecakapan yang akan menjadi bekal untuk kehidupan nyata mereka di kemudian hari.

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus, yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan siswa ketika belajar, dapat berupa pikiran, perasaan atau tindakan/gerakan.