Desain Nyeni, Atas Dorongan Presiden Soekarno

527
IST
IST

RADARSEMARANG.COM – SEDANGKAN seorang peneliti Rumah Jengki, Adeline Gunawan mengungkapkan, munculnya Rumah Jengki tak lepas dari dorongan Presiden Soekarno. Memasuki era kemerdekaan, presiden pertama Indonesia ini mendorong para arsitek untuk mengembangkan hunian modern dengan desain yang terlepas dari ciri khas Belanda, namun juga tidak kedaerahan. Lantas munculah Rumah Jengki.

“Meski mulai populer pada tahun 1959, bibit desain Rumah Jengki sebelumnya juga sempat ditampilkan oleh arsitek asal Semarang, Oei Tjong An yang merupakan keponakan Oei Tiong Ham. Ia mulai mengenalkan istilah Jengki ketika membuat stan produk sandal cap Matjan di Pasar Malam Amal Semarang tahun 1949,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Gaya arsitektur Rumah Jengki ini bisa dikatakan memiliki detail artistik yang cukup berbeda bila dibandingkan dengan bangunan era sebelumnya. Mulai dari atap pelana yang belakangan juga divariasi patahan, jendela dengan bentuk yang tak melulu persegi, dan beberapa variasi lainnya, berbeda dari bangunan di era kolonial yang serba teratur.

“Desainnya semacam bentuk pemberontakan dari era kolonial yang serba teratur. Bentuk bangunan yang miring, jendela yang bulat, trapesium dan bentuk-bentuk yang tidak umum pada bangunan di era kolonial, namun tetap disesuaikan dengan iklim tropis,” ujarnya.

Sedangkan untuk nama Rumah Jengki sendiri, Adel mengaku belum menemukan data pasti terkait penggunaan nama tersebut. Hanya saja, kemunculannya di era 50-an hingga 70-an awal, bertepatan dengan merebaknya budaya Amerika ke Indonesia.

“Zaman segitu sedang tren film koboi. Bisa jadi berkaitan. Bentuk atap pelana bila diperhatikan menyerupai kuda-kuda koboi saat akan duel. Nama Jengki sendiri juga bisa jadi dari Yankee, dan saat itu juga cukup populer sepeda jengki, celana jengki, untuk rumah juga bisa jadi dikaitkan, sehingga dinamai rumah jengki,” ujarnya. (dna/ida)