Cat Ulang Warna Merah, Jadi Menyala

MINI ROVER 1994

1106
LANGKA : Setijarsa Kumala berfoto disamping Mini Rover tahun 1994 miliknya.
LANGKA : Setijarsa Kumala berfoto disamping Mini Rover tahun 1994 miliknya. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Mobil bergaya klasik memang tak ada matinya. Apalagi mobil klasik buatan Eropa yang tak lekang dimakan zaman. Alasan itu pula yang membuat Setijarsa Kumala gemar mengoleksi mobil klasik mulai dari VW Safari, VW Combi sampai VW Kodok. Namun yang paling mencolok adalah Mini Rover miliknya dengan warna merah keluaran tahun 1994.

Mobil dengan kapasitas mesin 1300 cc injeksi bertransmisi matik ini memang dikenal sebagai kendaraan berbodi mini. Meski begitu, kesan gagah dan unik tetap terpancar dari mobil milik pria yang akrab disapa Om Tjong ini. “Warna aslinya hijau metalik, namun kesannya kurang berkarakter dan kurang menyala. Akhirnya saya putuskan untuk mengganti dengan warna merah,” kata Om Tjong kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Walaupun berganti warna, Om Tjong masih mengedepankan keaslian atau orisinalitas mobil. Mulai dari eksterior kecuali cat, semuanya coba ia pertahankan demi kenyamanan dalam berkendara. Sama halnya dengan bagian interior, ia masih menggunakan part-part asli mobil yang unik tersebut. “Kalau eksteriornya hanya tambahan 4 lampu Hella Comet agar tampilan depannya lebih cantik,” ujarnya.

Konsep dasar dari Mini Rover miliknya adalah sengaja dibuat standar pabrik dan mempertahankan nuansa klasik mobil. Apalagi mobil keluaran pabrikan Eropa memang dikenal soal kenyamanan dan ketangguhan mesinnya. “Tentunya harus ulet dalam merawat, cek mesin, oli, kelistrikan dan yang lainnya. Agar tetap prima dan sanggup melibas jalanan,” jelasnya.

Sebagai penggemar mobil klasik, Tjong tentu memiliki kebanggaan tersendiri terhadap Mini Rover kesayangannya tersebut. Pria yang hobi otomotif sejak muda ini mengaku ketika mengendarai mobil merah tersebut selalu menjadi pusat perhatian. Bahkan tak jarang ketika berhenti mobil miliknya menjadi objek selfie. “Kadang ada yang izin minta foto, seneng sih karena mobil ini termasuk langka di Semarang,” ucapnya bangga.

Menurut dirinya, walaupun saat ini banyak mobil terbaru berkeliaran dan dijual di pasaran, mobil klasik akan selalu mendapatkan tempat di masyarakat. Apalagi mobil klasik biasanya dianggap sebagai mobil kebanggaan, mengenang masa lalu serta klangenan. “Bagi saya mobil klasik akan tetap eksis dan tidak akan termakan zaman. Apalagi mobil yang bentuknya unik dan langka. Memilikinya adalah sebuah kebanggaan,” pungkasnya. (den/ric)