33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Awal Tahun, Perkuat Literasi Menulis Guru

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Damayanti Putri salah satu peserta pelatihan penulisan artikel populer di media massa yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang yang bekerjasama dengan Kelas Literasi Guru Jawa Tengah dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), tampak serius. Terutama, ketika Redaktur Pelaksana (Redpel) Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla menyampaikan materi pelatihan.

Sejurus kemudian, Damayanti pun mencoba menuangkan opini atau gagasannya pada secarik kertas, yang kemudian dikembangkan menjadi karya tulis berupa artikel populer. Ia coba mengangkat pengalaman selama ia mengajar di SMA N 9 Purworejo, berupa kunci sukses untuk meningkatkan minat belajar siswa.

“Awalnya sih agak susah, mungkin karena belum terbiasa. Dari tips para pemateri, saya mencoba menuangkan apa yang ada di kepala ke dalam sebuah tulisan,” katanya saat pelatihan di ruang seminar Universitas PGRI Semarang, Sabtu (13/1) kemarin.

Arif Riyanto, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Semarang, menjelaskan jika penulisan artikel populer di media massa sebenarnya bukan hal yang sulit jika ada kemauan untuk belajar dan mencoba. Para guru bisa menulis pengalaman yang dialami serta pemecahan masalahnya di dunia pendidikan. Para guru juga bisa menulis dari hasil penelitian langsung. “Saya melihat, banyak guru yang sudah inovatif dalam membuat artikel. Buktinya banyak tema menarik yang diulas dari pengalaman sehari-hari. Namun dari segi tulisan, memang masih perlu dipoles lagi agar lebih baik,” jelasnya.

Materi pelatihan yang diberikan sendiri dibagi menjadi dua yaitu prosedur pengiriman tulisan ke media massa dan teori tentang penulisan artikel itu sendiri. Termasuk jenis-jenis tulisan dan karakteristiknya. Kedua materi tersebut disampaikan oleh Ida Nor Layla dan Arif Riyanto. Di tengah-tengah penyampaian materi, keduanya terus memberikan semangat dan dorongan kepada para guru untuk terus produktif dalam menulis. “Selain sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat, penulisan artikel populer juga bermanfaat bagi orang lain. Karena tulisan bisa menjadi warisan bagi anak cucu kelak,” tuturnya.

Pada pelatihan tahap III ini, menggandeng Universitas PGRI Semarang. Total ada sekitar 105 guru yang tergabung dalam Kelas Literasi Guru Jawa Tengah. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, di antaranya dari Banyumas, Cilacap, Brebes, Banyumas, Batang, Pati, Purwokerto, maupun dari dalam Kota Semarang. “Gerakan literasi ini merupakan bagian dari tantangan pemerintah atas dana sertifikasi guru untuk mengembangkan profesinya secara maksimal,” kata Pembina Kelas Literasi Guru Jawa Tengah, Tukijo.

Menurut Tukijo, gerakan literasi menulis adalah stimulus untuk merangsang para guru agar berani menuangkan ide, gagasan, opini hingga melakukan penelitian. Tujuannya ke depan, bisa memberikan manfaat kepada khalayak luas terutama dunia pendidikan. “Biasanya para guru terkendala oleh terbatasnya waktu untuk menulis,” jelasnya.

Menurut Tukijo, tanggung jawab seorang guru yang memiliki banyak tugas, harus bisa menyelaraskan antara tugas sekolah dan menulis artikel atau karya ilmiah lainnya. Ia pun berharap pelatihan menulis bagi para guru ini, bisa meningkatkan kemampuan menulis. “Awal tahun ini menjadi pembuktian gerakan literasi meningkat dengan banyaknya animo para guru. Ini berarti, guru semakin terdorong untuk melakukan inovasi di dunia pendidikan,” tuturnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This