Warga Risau Kepemilikan Sertifikat

Tak Bisa Balik Nama

151
TANYA JAWAB : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog bersama warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (12/1). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
TANYA JAWAB : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog bersama warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (12/1). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Warga Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang khawatir dengan kepemilikan sertifikat tanah mereka. Sejak membeli hingga sekarang, mereka tidak dapat melakukan balik nama, jual beli, pelimpahan ahli waris ataupun “menyekolahkan” sertifikat mereka.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bandarharjo, Joko Santoso, menyampaikan keluhan warga tersebut kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ”Banyak warga yang takut jika terjadi seperti yang telah dialami saudara kita mengenai kepemilikan sertifikat. Ketika hendak mengurus di BPN selalu berhenti,” jelasnya di hadapan Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Camat dan sejumlah jajaran lainnya dalam acara Jalan Sehat dan Dialog Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang bersama masayarakat Kota Semarang, di Bandarharjo, Jumat (12/1).

Budi, salah satu warga Bandarharjo ingin agar pemerintah memberikan solusi atas kepemilikan sertifikat tersebut. Dirinya berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi sertifikat bisa segera diurus dan dapat digunakan sesuai dengan kepentingan mereka. ”Saya dari awal hingga sekarang belum bisa balik nama atas sertifikat yang saya beli,” keluhnya.

Mendengar keluhan warga ini, Hendi menjelaskan agar warga tidak perlu khawatir. Menurutnya persoalannya sangat berbeda dengan persoalan yang telah terjadi sebelumnya.  ”Kalau tidak bisa disekolahkan, berarti bapak ibu harus bersyukur. Berarti sertifikat bapak ibu sudah pinter,” ujarnya diikuti tawa hadirin.

Selain perosalan kepemilikan sertifikat, warga juga mengeluhkan keberadaan bendungan di hilir Sungai Kalibaru. Saat ini, bendungan hanya terbuat dari timbunan tanah yang bersifat sementara. Tidak sedikit warga yang khawatir jika tanggul jebol dan mengakibatkan banjir di daerah warga. Dalam hal ini warga ingin agar Pemkot Semarang bisa membangun bendungan dengan permanen agar kekhawatiran warga dapat sedikit berkurang. (sga/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here