Tujuh Ditegur, Dua Cucian Jins Ditutup

1686
DITUTUP : Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan bersama Dinas Perkim LH menutup industri cucian jin yang tidak memiliki IPAL, di Desa Pegaden, Wonopringgo, Jumat (12/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITUTUP : Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan bersama Dinas Perkim LH menutup industri cucian jin yang tidak memiliki IPAL, di Desa Pegaden, Wonopringgo, Jumat (12/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Lantaran tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limpah (IPAL) yang baik, sembilan cucian jins di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, disorot. Bahkan, dua di antaranya di Desa Pegaden, Kecamatan Wonopringgo, Jumat (12/1) kemarin, resmi ditutup karena tidak memiliki IPAL sama sekali.

Sebelumnya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Pekalongan, telah memberikan surat peringatan kepada 9 usaha industri cucian jins tersebut, namun tidak direspon. Mereka tetap operasional tanpa menggunakan IPAL dan membuang air cucian ke lingkungan sekitar. Akibatnya banyak sumur warga yang tidak dapat digunakan, seperti yang terjadi di Desa Pegaden, Kecamatan Wonopringgo.

Karena itulah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, menutup dua industri cucian jins yang tidak mememiliki IPAL sama sekali.

Kabid  Pencegahan dan Pengawasan Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Yarochim, mengungkapkan bahwa di Desa Pegaden ada 9 industri cucian yang operasional. Namun 7 di antaranya mendapatkan surat teguran karena tidak menggunakan IPAL, meski memilik IPAL.

“Karena dua industri cucian jins tersebut tidak bersedia menggunakan IPAL, akhirnya kami mengeluarkan surat rekomendasi untuk menutup 2 cucian jins yang membuang limbahnya di sembarangan tempat dan sangat mengganggu lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edy Widiyanto mengatakan bahwa ditutupnya dua cucian jins tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, setelah sebelumnya dilakukan pembinaan.

Menurutnya, usaha cucian jins yang ditutup tersebut, memang tidak memiliki IPAL dan izin. Sehingga bukan saja melanggar aturan, namun merusak lingkungan sekitar. “Pemilik industri cucian jins yang kami tutup, setelah terbit surat dari Dinas Perkim dan LH. Mereka adalah warga pendatang yang belum memiliki izin,” tegas Edy. (thd/ida)

Silakan beri komentar.