Tiga Belas Adegan Diperagakan Pelaku Pembunuhan

270
SADIS : Poniman (yang mengenakan peci) saat rekrontruksi pembunuhan yang dilakukannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS : Poniman (yang mengenakan peci) saat rekrontruksi pembunuhan yang dilakukannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 13 adegan diperagakan pelaku pembunuhan Poniman, 49, dalam rekrontuksi di rumah kontrakannya di Dusun Krajan RT 06 RW I, Banyubiru. Dalam rekrontuksi tersebut diperagakan bagaimana Poniman menghabisi nyawa karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Jaya Semarang, bernama Nanda Asta Surya Husada, 26.

Pelaku menghabisinya dengan memukul kepala korban menggunakan alu. Saat memeragakan di hadapan polisi perwakilan staf Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang, terlihat pelaku menyesali perbuatannya. “Semuanya dilakukan di rumah kontrakan pelaku,” kata Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho, Jumat (12/1) kemarin.

Dari rekonstruksi tersebut, diketahui bila yang bersangkutan diduga tersinggung atas perkataan korban. Dimana korban hendak menagih hutang sebesar Rp 1,5 juta. Hal itu terjadi pada 18 November 2017 silam. Sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan, keduanya sempat adu mulut. Hingga akhirnya pelaku naik pitam kemudian masuk rumah mengambil alu dan memukulkan ke arah kepala korban.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana menambahkan usai menghabisi korban, pelaku lantas melarikan diri. “Setelah memukul kepala korban, pelaku kabur ke Wonogiri menggunakan motor korban,” ujar Yusi.

Namun tak berselang lama, pelaku menyerahkan dirinya sendiri dan mengakui perbuatannya ke Polsek Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Sementara korban, setelah menerima pukulan di kepala ia sempat dilarikan ke RSUD Ambarawa untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang nyawanya tidak tertolong. “Dua hari setelah dirawat di RSUD Ambarawa, korban akhirnya meninggal karena luka di kepala,” katanya.

Kepada Polisi, Poniman yang ketika rekonstruksi mengenakan peci rajut itu menuturkan, saat menagih utang, korban mengeluarkan kalimat yang menyakitkan hati. “Saya tidak terima dikatakan seperti itu,” kata Poniman.

Alu tersebut ia ambil dari atas rak dapur di rumah kontrakannya. “Posisinya memang di sana dan biasa untuk membuat kerupuk gendar. Semua saya lakukan spontan karena saya tidak terima,” katanya.

Dalam rekonstruksi kali ini, Polisi menghadirkan tiga orang saksi mata. Mereka adalah warga yang mengetahui kejadian kali pertama, kemudian Ketua RW yang dimintai tolong membawa korban ke rumah sakit.

Atas perbuatannya, Poniman akan dijerat dengan pasal berlapis. Meliputi Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dan Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan kemudian membawa kabur motor korban untuk melarikan diri. “Ancaman hukumannya Pasal 351 ayat (2) lima tahun, Pasal 351 ayat (3) KUHP tujuh tahun, adapun Pasal 339 KUHP selama-lamanya 20 tahun penjara,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here