Tanah Longsor Tutup JLS

165
RAWAN LONGSOR SUSULAN : Sebuah alat berat sedang mengeruk material tanah longsor di JLS, Jumat (12/1). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAWAN LONGSOR SUSULAN : Sebuah alat berat sedang mengeruk material tanah longsor di JLS, Jumat (12/1). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Tebing setinggi sekitar 25 meter dengan kemiringan 80 derajat yang berada di tepi Jalan Lingkar Salatiga (JLS) longsor, Jumat (12/1) sekitar pukul 03.30 WIB. Penyebab longsor diperkirakan karena hujan deras yang terus mengguyur wilayah kota Salatiga sejak siang hingga malam hari. Longsoran tanah dari tebing sepanjang kurang lebih 30 meter tersebut sempat menutup jalan.

Sekda Kota Salatiga Fakhuroji bersama Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan sejak pagi sudah berada di lokasi memantau kondisi lapangan dan melakukan pengamanan lokasi. Fakhuroji menuturkan, pihaknya berusaha melakukan antisipasi sementara agar lalu lintas bisa dilalui dengan aman. “Untuk ke depannya, akan kita kaji terlebih dahulu, apa yang bisa dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas dia.

Kajian yang akan dilakukan apakah akan diberikan pengaman sementara atau dibuatkan tanggul permanen. Termasuk mengkaji dana yang diperlukan dan kesiapannya.

Yimmy menambahkan, pihaknya sejak pagi sudah menutup arus lalu lintas dari arah Solo menuju Semarang yang melalui JLS. Hal itu dilakukan sampai ada kepastian jalur tersebut sudah aman dilalui.

“Semua kita arahkan melalui jalur kota karena di lokasi ini masih berbahaya dan rentan bencana. Penutupan arus dilakukan sampai dengan lokasi tersebut dinyatakan aman bagi pengguna lalu lintas,” terang Yimmy sambil menunjuk sisa longsoran yang masih terlihat cekung.

Lebih jauh dijelaskan dia, penutupan dilakukan setelah melihat kondisi jalan yang menurun. Pihak kepolisian tidak berani melakukan contra flow di jalur jalan sisi selatan karena bisa menimbulkan bahaya. Akibat penutupan itu, pengguna lalu lintas memilih memutar melalui Kumpulrejo atau Tegalrejo untuk menghindari areal longsor.

Pemkot menurunkan satu buah alat berat ukuran sedang untuk mengeruk dan membuang tanah longsoran. Sementara aparat kepolisian bersama Satpol PP mengatur arus lalu lintas. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here