Sudah Bentuk 350 Majelis Desa

347

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Balon Gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah terus melakukan terobosan untuk memenangkan Pilgub Jatang. Salah satunya dengan membentuk majelis desa. Sampai pertengahan Januari ini, setidaknya sudah lebih dari 350 desa yang telah dideklarasikan.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur Sudirman Said di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga. “Sudah menyeluruh di enam eks karesidenan, tapi memang jumlahnya masih belum merata ke seluruh desa,” kata Sudirman Said.

Majelis desa tersebut, merupakan representasi relawan yang diterjunkan sampai tingkat RT. Relawan tersebut nantinya akan menjadi tim perekat struktur partai pengusung. Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. “Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih,” tambah Ketua Tim Perjuangan Merah Putih, Ali Khamdi.

Ia menambahkan, dari berbagai pertemuan Majelis Desa di beberapa kabupaten setidaknya ditemukan tiga harapan penting warga desa. Dalam diskusi-diskusi di Majelis Desa, warga sangat mengharapkan terjadinya percepatan pengentasan kemiskinan, dengan menjadikan desa sebagai basisnya. Selain itu, warga desa berharap adanya penguatan ekonomi desa, baik yang berbasis pada pertanian maupun industri kecil. “Agar desa menjadi kekuatan baru pencipta lapangan kerja dan sekaligus agen penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Tidak hanya itu,  warga desa menginginkan adanya penguatan modal sosial desa, yang berakar pada tradisi setempat. Kebersamaan, semangat gotong royong, sikap tenggang rasa, kepedulian, dan nilai-nilai arif lainnya harus tetap lestari sehingga akan menjadi kekuatan tersendiri dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Koordinator Majelis Desa eks karesidenan Pati, Tantowi mengatakan, progres pembentukan majelis desa setiap kabupaten telah terbentuk minimal 10 desa. Di Jepara sudah 40 majelis desa terbentuk. “Majelis ini merupakan kantong-kantong yang disediakan pada warga, untuk mengenal lebih dekat pak Dirman,” tambahnya.

40 majelis desa di Jepara tersebut menyebar di tiga kecamatan, yakni Batealit, Kedung dan Tahunan. Akhir Januari target seluruh desa di Jepara dan eks karesidenan Pati terbentuk majelis desa. “Pergerakannya memang cukup masif karena ini langsung melibatkan warga,” tambahnya. (fth/bas)