Rendah, Kualitas ALPTKSI Terus Digenjot

198

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rendahnya mutu pendidikan saat ini terus menjadi perhatian pemerintah dari segi sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana. Misalnya saja lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK) terstandar, belum diterapkannya sistem mutu tata kelola, dan kualitas dosen pengajar.

Sekjen Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI), Dr Muhdi mengatakan perbaikan mutu pendidikan saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah. LPTK sendiri sebagai lembaga pencetak guru, belum bisa berkontribusi karena masih mengalami kendala dan kekurangan.

“Ada yang belum punya laboratorium atau sekolah mitra. Bahkan 58 persennya belum menerapkan sistem mutu dan kurikulum yang diajarkan belum mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia,” katanya dalam Rakornas VIII dan Workshop standar pendidikan guru Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI), kemarin.

Dalam acara tersebut, mengundang sebanyak 109 peserta dan 85 perguruan tinggi dengan mengangkat tema implementasi Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2017 tentang standar pendidikan guru. “Dengan strategi ini diharapkan kualitas LPTK bisa lebih baik,” jelasnya.

Ditjen Kelembagaan Kemenristek Dikti, Patdono Suwignjo menjelaskan saat ini arah kebijakan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) pada tahun 2015–2019 terkait dengan pendidikan tinggi adalah meningkatkan kualitas LPTK melalui beberapa stategim. Salah satunya reformasi LPTK secara menyeluruh untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan keguruan. “Caranya adalah melibatkan LPTK dalam proses perencanaan dan pengadaan guru berdasarkan analisis kebutuhan guru di kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Pembelajaran Ristekdikti Prasityani Nurwardini menambahkan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru diantaranya merujuk pada standar nasional pendidikan tinggi, standar pendidikan guru (SPG), Pendidikan Sarjana Pendidikan (S1), dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here