Pemkab Bentuk Tim Khusus

324
SAMPAH MEDIS: Anggota Sat Reskrim Polsek Ambarawa saat membersihkan sampah medis yang dibuang sembarangan di sampaing SDN Lodoyong 03, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMPAH MEDIS: Anggota Sat Reskrim Polsek Ambarawa saat membersihkan sampah medis yang dibuang sembarangan di sampaing SDN Lodoyong 03, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN-Temuan sampah medis di dekat lingkungan SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa mendapat perhatian khusus dari Pemkab Semarang. Yakni dengan membentuk tim monitoring untuk menyelidiki siapa pembuang sampah medis tersebut.

“Sampah medis sangat berbahaya. Karenanya jangan sampai di buat mainan,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dadi Darmadi, Jumat (12/1) kemarin.

Selain itu, ia juga berani memastikan bahwa sampah medis tersebut bukan dari rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan lain milik Pemkab Semarang. Karena penanganan sampah medis pelayanan kesehatan maupun rumah sakit Pemkab Semarang selalu sesuai SOP. “Penanganan sampah medis kami pihak ketigakan. Itu berlaku untuk semua pelayanan kesehatan maupun rumah sakit milik Pemkab Semarang,” ujarnya.

Pemkab Semarang melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah medis di setiap pelayanan kesehatan. “Kami pantau terus setiap pengelolaan limbah medisnya. Kasus di Lodoyong pasti bukan dari layanan kesehatan pemerintah,” katanya.

Dijelaskan Dadi, sampah medis yang ditemukan warga di dekat lingkungan SD Lodoyong masuk dalam kategori berbahaya. Di antaranya ada jarum suntik bekas, kasa bekas yang masih ada darahnya, tabung darah dan suntikan bekas. Ia bersama tim monitoring saat ini sedang melakukan penelusuran asal muasal sampah medis tersebut.

Tim monitoring tersebut memantau kemungkinan infeksi dari limbah tersebut pada masyarakat maupun anak-anak sekolah. Seperti diketahui, sebelum dibakar beberapa siswa SD Lodoyong mengaku jika mengambil beberapa suntikan dari limbah medis tersebut untuk mainan.

Bahkan beberapa dari mereka juga mengambil jarum suntik dari limbah medis tersebut. “Kami nanti akan koordinasi dengan teman-teman tim puskesmas Ambarawa untuk paling tidak melaksanakan screening screening siapa saja yang sudah terpapar,” ujarnya.

Langkah lain yang akan dilakukan yaitu pemeriksaan kesehatan kepada siswa SD Lodoyong 03 dan masyarakat sekitar. “Kami adakan cek kesehatan untuk anak-anak yang terpapar seperti itu, apakah ada luka atu infeksi di bekas luka,” ujarnya.

Pihaknya juga siap membantu dan memfasilitasi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku pembuangan limbah medis tersebut. “Kami fasilitasi pihak kepolisian menginginkan data-data layanan kesehatan, supaya segera diungkap siapa pelakunya,” katanya. (ewb/ida)

Silakan beri komentar.